Sabtu, Januari 24, 2026
Berita Madrasah

Rakor Pimpinan Madrasah Sleman: Perkuat Integritas, Kinerja Tinggi, dan Pencegahan Korupsi

Kemenag Sleman News (MIN 1 Sleman) 26 November 2025 — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan Madrasah (Rakor Pimpinan) di MTs Negeri 5 Sleman yang berlokasi di Jalan Klaci, Sidoagung, Godean, Sleman, DIY. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para kepala madrasah MIN, MTsN, MAN, kepala subbagian tata usaha, pengawas, ketua KKRA-KKMI, pejabat fungsional, hingga pelaksana seksi pendidikan madrasah di lingkungan Kemenag Sleman.

Rakor ini menjadi bagian penting dalam penguatan tata kelola pendidikan madrasah yang bersih, profesional, dan berintegritas. Kegiatan tersebut sekaligus mengafirmasi komitmen Kementerian Agama Sleman dalam membangun Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., dalam arahannya menyampaikan selamat memperingati Hari Guru Nasional ke–80 Tahun 2025. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kemuliaan guru sejajar dengan kemuliaan ilmu.

“Kemuliaan guru sebanding dengan kemuliaan ilmu. Siapapun yang diangkat derajatnya, itu karena ilmu. Maka jangan pernah berhenti berdedikasi, berinovasi, dan mengabdi bagi masyarakat. Hari Guru harus berdampak pada guru, bukan sekadar seremoni,” ujar H. Nadhif.

Beliau juga menegaskan bahwa reformasi birokrasi bukan sekadar tuntutan, tetapi kebutuhan. ASN, khususnya di lingkungan madrasah, harus memiliki etos kerja tinggi dan kinerja yang nyata.

“Kinerja tinggi bagi ASN adalah kebutuhan. Kita harus membiasakan etos kerja yang baik, tidak terjebak pada mood, tidak bekerja sepotong-sepotong,” tegasnya.

Dalam sambutannya, H. Nadhif juga memberikan pesan tegas mengenai implementasi integritas di dunia pendidikan. Ia menekankan pentingnya zero korupsi dan zero nepotisme.

“Pekerjaan akan bernilai ibadah ketika dikerjakan dengan baik. Integritas bukan hanya slogan, tetapi kebiasaan sehari-hari,” ungkapnya.

Beliau juga mengajak seluruh pimpinan madrasah menerapkan manajemen risiko, yaitu mencegah sebelum terjadi aduan atau masalah.

“Mulailah dari pencegahan, prediksi potensi persoalan, kemudian temukan solusinya. Dengan begitu, kita tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi menghindari masalah,” tambahnya.

Rakor ditutup dengan penegasan komitmen bersama antar pimpinan madrasah untuk memperkuat pelayanan prima, memperbaiki tata kelola kelembagaan, serta meningkatkan mutu pendidikan. Melalui koordinasi ini, diharapkan madrasah di Sleman dapat menjadi model lembaga pendidikan yang profesional, inovatif, dan berkarakter kuat dalam integritas. (ADP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas