Guna Menyelaraskan Program Pembelajaran Melalui POMG, MTsN 7 Sleman Selenggarakan Pengajian

Kemenag Sleman News (MTsN 7 Sleman) – Pertemuan Orang tua Murid dan Guru atau disingkat POMG memiliki tujuan untuk mempererat hubungan tali silaturahmi antar guru dan orang tua murid. Seiring berjalannya waktu, fungsi POMG semakin berkembang. POMG turut membantu peningkatan kualitas dan mutu pendidikan anak-anak di sebuah madrasah. Keberhasilan program pembelajaran di sekolah tidak hanya berasal dari peran guru dan karyawan yang ada di sekolah, namun juga perlu dukungan orang tua yang ada di rumah.
Dalam rangka menyelaraskan progam pembelajaran, MTsN 7 Sleman mengadakan kegiatan POMG dengan bentuk pengajian, Minggu, (4/1/2026). Pada tausiyah kali ini disampaikan langsung oleh Kepala MTsN 7 Sleman Samsul Arifin, S.Ag. yang menyampikan terkait 7 kunci sukses TKA. “Saya disini akan menyampaikan 7 kiat sukses TKA yang bisa menjadi pengangan bapak ibu semua yang diantaranya adalah percaya kepada anak, jangan menekan melainkan cukup dengan mengarahkan, dukung kemampuan anak, ajak anak untuk membuat rencana belajar, jaga kesehatan, jangan membanding-bandingkan anak, dan yang paling penting adalah ikhtiar dengan beribadah”, jelas Samsul Arifin.
Selain pengajian, pada pertemuan tersebut disampaikan program-program dari kurikulum yang disampaikan oleh wakil kepala bidang Kurikulum Estyn Ariestika, S.Pd., M.Pd. Pada kesempatan kali ini Estyn menyampaikan terkait Progam Lejit Prestasi, perubahan jadwal TKA yang nantinya bisa dikawal bersama orang tua murid. Diakhir sesi Estyn bersama Tri Suryati, S.Pd. Selaku guru BK membagikan hasil tes peminatan yang sudah diselenggarakan beberapa waktu lalu yang diselenggarakan oleh Lembaga Psikologi Bina Asih.
Ditemui seusai kegiatan POMG Samsul Arifin, S.Ag. Menjelaskan terkait pentingnya kegiatan pengajian POMG ini. POMG memiliki peran sebagai wadah komunikasi dan penyelarasan visi madrasah dan orang tua dalam melaksanakan program madrasah yang sudah disusun.
“Ada peran-peran orang tua yang bisa dijalankan dalam POMG ini yaitu sebagai fasilitator. Orang tua menggunakan segala kemampuannya sebagai penyedia fasilitas untuk mendukung kebutuhan sekolah. Orang tua turut menggali keterangan lebih lanjut dan membuat program untuk melayani kebutuhan tersebut. Berikutnya adalah sebagai Katalisator. Katalisator artinya sesuatu yang menyebabkan terjadinya perubahan atau menimbulkan kejadian baru. Peran POMG sebagai katalisator yaitu membuktikan pentingnya kehadiran orang tua di sekolah. Selanjutnya peran terakhir orang tua adalah sebagai komunikator dan inspirator. Sebaik-baik pendidikan adalah dengan melalui contoh atau keteladanan, orang tua mampu menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya dengan memberi contoh hal-hal baik di lingkungan keluarga sehingga tercipta karakter kepribadian anak yang salih dan salihah”, jelas Samsul Arifin. (rdt)
