MTsN 4 Sleman Gelar Pengajian Maknai Peristiwa Isra Mikraj

Kemenag Sleman News (MTsN 4 Sleman) – Dalam rangka memperingati peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, MTsN 4 Sleman menggelar pengajian keagamaan yang dilaksanakan di Masjid Al Madinah, Senin (19/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan pegawai sebagai bagian dari pembinaan keimanan dan penguatan karakter religius warga madrasah.
Pengajian diawali dengan sambutan Kepala MTsN 4 Sleman, Harsoyo. Dalam sambutannya, Harsoyo mengajak seluruh siswa untuk mengikuti kegiatan pengajian dengan sungguh-sungguh. “Anak-anakku, simaklah pengajian ini dengan baik, pahami setiap pesan yang disampaikan, dan ambillah hikmah serta manfaatnya. Semoga apa yang kita dengarkan hari ini bisa diamalkan dalam kehidupan kalian,” ujar Harsoyo.
Pengajian menghadirkan Ustadz Suyanto, pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa Madania, sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, Ustadz Suyanto menyampaikan berbagai pelajaran penting yang dapat diambil dari perjalanan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW sebagai peristiwa luar biasa yang sarat dengan nilai spiritual dan kemanusiaan.

Ustadz Suyanto menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW dipanggil langsung oleh Allah SWT dalam peristiwa Isra Mikraj dengan beberapa alasan penting. Pertama, karena salat lima waktu merupakan ibadah yang paling utama dan menjadi tiang agama. Kedua, peristiwa tersebut menjadi bentuk penghiburan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW yang saat itu sedang berada dalam masa kesedihan. Ketiga, adanya kekhawatiran terhadap umat Islam yang masih minoritas dan sering mengalami penindasan.
Lebih lanjut, Ustadz Suyanto menekankan bahwa keberhasilan dan kegagalan seseorang sangat erat kaitannya dengan kemampuan menjalin komunikasi. “Jika ingin sukses, maka bangunlah komunikasi yang baik dengan Allah SWT melalui salat, khususnya salat malam, serta jalin komunikasi yang baik dengan orang tua melalui bakti dan ketaatan,” tutur Ustadz Suyanto di hadapan para siswa.
Kegiatan pengajian berlangsung dengan khidmat dan interaktif. Di akhir acara, panitia membuka sesi tanya jawab seputar materi tausiyah. Para siswa tampak antusias mengikuti sesi tersebut, dan bagi siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi. (epr)
