Studi Budaya Hari Kedua di Bali, Siswa Kelas XI MAN 5 Sleman Kenali Kearifan Lokal

Kemenag Sleman News (MAN 5 Sleman) – Siswa kelas XI MAN 5 Sleman melanjutkan rangkaian kegiatan studi budaya di Bali pada hari kedua dengan mengunjungi sejumlah destinasi edukatif dan bersejarah. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan nilai budaya, kearifan lokal, serta penguatan karakter peserta didik.
Pada hari kedua, rombongan mengunjungi Pantai Tanah Lot, salah satu ikon wisata Bali yang dikenal dengan keindahan alam dan nilai spiritualnya. Di lokasi ini, siswa memperoleh pengetahuan tentang sejarah pura, filosofi kehidupan masyarakat Bali, serta harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan yang tercermin dalam konsep Tri Hita Karana.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Desa Wisata Panglipuran yang dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia. Di desa adat ini, siswa belajar tentang tata kelola lingkungan, pelestarian budaya, serta nilai gotong royong yang dijaga secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Interaksi langsung dengan warga desa memberikan pengalaman nyata tentang pentingnya menjaga kebersihan, ketertiban, dan kelestarian budaya.
Selain kunjungan edukatif, rombongan juga singgah di pusat oleh-oleh Krisna dan Dewata. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga memberikan wawasan tentang potensi ekonomi kreatif dan pengembangan usaha berbasis kearifan lokal di Bali.
Kepala MAN 5 Sleman, Mucharom, S.Ag., M.S.I., menyampaikan bahwa studi budaya ini dirancang sebagai sarana pembelajaran di luar kelas yang bermakna.
βMelalui studi budaya, siswa tidak hanya melihat dan menikmati keindahan alam, tetapi juga belajar memahami nilai-nilai budaya, toleransi, dan kearifan lokal. Ini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter siswa madrasah,β ujarnya.
Ketua panitia kegiatan, Drs. Subardi, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan disusun agar siswa memperoleh pengalaman edukatif yang seimbang antara pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
βKunjungan ke Tanah Lot dan Desa Panglipuran memberikan pembelajaran langsung tentang sejarah, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan. Harapannya, siswa dapat mengambil nilai-nilai positif tersebut untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,β tuturnya.
Melalui studi budaya di Bali ini, MAN 5 Sleman berharap siswa kelas XI mampu memperluas wawasan kebangsaan, meningkatkan rasa cinta terhadap budaya Nusantara, serta tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berwawasan luas, dan berakhlak mulia. (AR)
