Minggu, Juni 7, 2026
Berita KemenagHeadline

CAPING Berlanjut, Kebun Bahagia Jadi Ikhtiar Kemenag Sleman Jaga Lingkungan

Kemenag Sleman News — Komitmen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman dalam menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak bagi masyarakat terus diperkuat melalui berbagai inovasi. Salah satunya diwujudkan melalui peluncuran Kebun Bahagia, sebuah program turunan dari inovasi CAPING (Calon Pengantin Peduli Lingkungan) yang diresmikan di Desa Wisata Tegal Loegood, Sukorejo, Girikerto, Turi, Sleman, Rabu (3/6/2026).

Program Kebun Bahagia menjadi ruang nyata bagi calon pengantin untuk menanam pohon sebagai simbol komitmen membangun keluarga yang tidak hanya harmonis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah calon pengantin yang terjadwal mengikuti Bimbingan Perkawinan (Bimwin) pada hari tersebut.

Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Kasubbag Tata Usaha Kankemenag Sleman, H. Sagaji, memberikan sambutan sekaligus meresmikan peluncuran Kebun Bahagia. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan nasihat perkawinan kepada para calon pengantin sebagai bekal membangun rumah tangga yang kokoh dan penuh keberkahan.

Sagaji menegaskan bahwa pernikahan tidak hanya menyatukan dua insan, tetapi juga menghadirkan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan dan kehidupan yang lebih luas.

“Melalui Kebun Bahagia, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa membangun keluarga sakinah dapat berjalan seiring dengan upaya merawat bumi. Pohon yang ditanam hari ini menjadi simbol harapan, cinta, dan tanggung jawab yang akan terus tumbuh bersama perjalanan rumah tangga para calon pengantin,”ungkapnya.

Peluncuran Kebun Bahagia menjadi wujud penguatan layanan keagamaan yang adaptif dan berdampak, sejalan dengan semangat transformasi Kementerian Agama dalam menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata. Melalui pendekatan yang kolaboratif dan berkelanjutan, Kemenag Sleman terus mendorong lahirnya keluarga-keluarga yang tidak hanya religius dan harmonis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta masa depan generasi mendatang.

Inovasi CAPING beserta Kebun Bahagia diharapkan menjadi gerakan bersama yang menumbuhkan kesadaran ekologis sejak awal kehidupan berkeluarga. Dengan demikian, nilai-nilai keagamaan tidak berhenti pada aspek ritual semata, tetapi juga terimplementasi dalam tindakan nyata untuk menjaga dan merawat ciptaan Tuhan. (isa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas