{"id":15924,"date":"2024-08-27T20:20:14","date_gmt":"2024-08-27T13:20:14","guid":{"rendered":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/?p=15924"},"modified":"2024-08-27T20:20:15","modified_gmt":"2024-08-27T13:20:15","slug":"guru-dan-siswa-mtsn-3-sleman-ikuti-webinar-nasional-geowisata-gua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/2024\/08\/27\/guru-dan-siswa-mtsn-3-sleman-ikuti-webinar-nasional-geowisata-gua\/","title":{"rendered":"Guru dan Siswa MTsN 3 Sleman Ikuti Webinar Nasional Geowisata Gua"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"758\" src=\"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/c0ab5baf-2d75-47f5-8544-05d3a2804c32-1024x758.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-15925\" srcset=\"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/c0ab5baf-2d75-47f5-8544-05d3a2804c32-1024x758.jpeg 1024w, https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/c0ab5baf-2d75-47f5-8544-05d3a2804c32-300x222.jpeg 300w, https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/c0ab5baf-2d75-47f5-8544-05d3a2804c32-768x569.jpeg 768w, https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/c0ab5baf-2d75-47f5-8544-05d3a2804c32.jpeg 1186w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><br>Kemenag Sleman News (MTs Negeri 3 Sleman) \u2014Tunas Hijau Indonesia mengadakan Webinar Nasional Geowisata Gua yang diikuti sejumlah guru dan siswa di Indonesia. Webinar tersebut dilaksankan pada Sabtu (24\/8\/2024) melalui Zoom dan siaran di kanal Youtube Tunas Hijau Indonesia. Sejumlah 15 siswa dan 2 guru dari MTs Negeri 3 Sleman turut serta dalam webinar tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Dalam webinar ini mengundang tiga narasumber, yakni Rustan dari Museum &amp; Cagar Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Ainul Labib dari Kelompok Studi Karst Fakultas Geografi UGM, serta Akhmad Zona Adiardi dari anggota Acintyacunyata Speleological Club. Ahmad Zona berpesan bahwa dalam mengeksplor gua perlu memperhatikan aturan-aturan yang berlaku. \u201cSebelum menelusuri gua harus memperhatikan masalah keselamatan, peralatan untuk masuk gua,\u201d terangnya.<br>Lebih lanjut Ahmad Zona Adiardi juga menunjukkan beberapa keindahan gua di nusantara yang bisa dieksplor termasuk biota gua.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Berbeda dengan Zona, Rustan menuturkan perihal penelitian terkait gua. \u201cDari zaman dahulu ada peneliti gua. Para peneliti menemukan bahwa gua telah dihuni manusia zaman dahulu dibuktikan dengan karya seni yang ada di dalam gua. Bahkan ada gambar bercerita yang ditemukan di dalam gua serta kerangka manusia,\u201d tutur Rustan.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Rustan juga menuturkan bahwa ada aturan khusus jika ingin mengeksplor gua. \u201cSebelum memasuki gua pengunjung wajib melakukan pendinginan suhu tubuh, mengeringkan keringat, dan menormalisasi pernapasan,\u201d papar Rustan. Beliau juga menuturkan beberapa aturan secara rinci yang harus ditaati oleh para penjelajah gua.<br>Dian Laila Setyawati, S.Si. selaku salah satu peserta mengaku senang mengikuti webinar ini. \u201cMengikuti webinar ini menambah pengetahuan peserta tentang gua sebagai tempat di bawah tanah yang mengalami karstifikasi dan karena proses alami menjadikan gua memiliki struktur yang menakjubkan beserta ekosistem di dalamnya sehingga dapat menjadikannya geowisata gua tetapi tetap menjaga gua agar tetap lestari,\u201d terang Dian.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Dengan mengikui Webinar Nasional Geowisata Gua, diharapkan para peserta menjadi insan yang peduli terhadap eksistensi gua yang ada di nusantara dan ikut menjaga keindahan alam sebagai bentuk mensyukuri karunia Tuhan. (nay)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemenag Sleman News (MTs Negeri 3 Sleman) \u2014Tunas Hijau Indonesia mengadakan Webinar Nasional Geowisata Gua yang diikuti sejumlah guru dan<\/p>\n","protected":false},"author":25,"featured_media":15944,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_layout":"default_layout","_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-15924","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15924","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15924"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15924\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15945,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15924\/revisions\/15945"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15944"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15924"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15924"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15924"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}