{"id":22303,"date":"2024-11-20T08:19:03","date_gmt":"2024-11-20T01:19:03","guid":{"rendered":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/?p=22303"},"modified":"2024-11-20T08:19:03","modified_gmt":"2024-11-20T01:19:03","slug":"harmoni-raga-dan-jiwa-seminar-dramaturgi-awali-p5ra-kelas-x-man-4-sleman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/2024\/11\/20\/harmoni-raga-dan-jiwa-seminar-dramaturgi-awali-p5ra-kelas-x-man-4-sleman\/","title":{"rendered":"Harmoni Raga dan Jiwa: Seminar Dramaturgi Awali P5RA Kelas X MAN 4 Sleman"},"content":{"rendered":"\n<p>Kemenag Sleman News (MAN 4 Sleman) &#8211;Dalam rangkaian Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil Alamin (P5RA) Semester Ganjil Tahun Ajaran 2024\/2025, MAN 4 Sleman menyelenggarakan kegiatan bertajuk \u201cBangunlah Jiwa Raganya\u201d dengan tema \u201cHarmoni Raga dan Jiwa\u201d. Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, dari 18 hingga 29 November 2024, diawali dengan seminar \u201cPersiapan dalam Pementasan: Kajian Drama\u201d yang disampaikan oleh narasumber Awang Rebholegie, S.Sn.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" data-id=\"22304\" src=\"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/IMG-20241118-WA0050-1024x768.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-22304\" srcset=\"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/IMG-20241118-WA0050-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/IMG-20241118-WA0050-300x225.jpg 300w, https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/IMG-20241118-WA0050-768x576.jpg 768w, https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/IMG-20241118-WA0050.jpg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p>Seminar ini diikuti oleh siswa kelas X dan menjadi bagian penting dalam penguatan nilai-nilai Pancasila serta konsep Rahmatan lil Alamin. Materi yang disampaikan meliputi pengertian drama sebagai karya sastra naratif-imajinatif, pengenalan dramaturgi, dan proses kreatif membangun pementasan.<\/p>\n\n\n\n<p>Awang menjelaskan bahwa drama berasal dari kata Yunani Draomai, yang berarti bertindak atau berperilaku. Drama, menurutnya, adalah cerminan realitas kehidupan yang menyajikan konflik sebagai inti cerita. \u201cDrama menuntut kreativitas yang lahir dari refleksi kehidupan sehari-hari,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Seminar juga membahas formula dramaturgi, yaitu mengkhayalkan, menuliskan, memainkan, hingga menyaksikan dan menganalisis. Setiap tahap dijelaskan sebagai rangkaian proses kreatif dalam menghasilkan karya drama yang memiliki kekuatan dramatik.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, peserta didorong untuk memahami pentingnya kolaborasi dalam sebuah pementasan. Penulis, sutradara, aktor, dan tim artistik harus bekerja harmonis untuk menciptakan pementasan yang memukau. Awang menekankan bahwa naskah yang baik harus memuat konflik yang menarik, memberikan kekayaan batin bagi penonton, serta mampu mengundang rasa penasaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepala MAN 4 Sleman, Drs. Ahmad Arif Makruf, M.A., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan kreativitas seni siswa tetapi juga menguatkan karakter mereka sebagai generasi yang menjunjung nilai-nilai Pancasila dan semangat Rahmatan lil Alamin.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami berharap kegiatan ini menjadi momen bagi kalian untuk menggali potensi, membangun harmoni raga dan jiwa, serta membawa manfaat dalam kehidupan sehari-hari,\u201d pintanya. (dzl)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemenag Sleman News (MAN 4 Sleman) &#8211;Dalam rangkaian Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil Alamin (P5RA) Semester Ganjil<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":22323,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_layout":"default_layout","_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-22303","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-madrasah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22303","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22303"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22303\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22324,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22303\/revisions\/22324"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22323"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22303"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22303"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22303"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}