{"id":27163,"date":"2025-02-28T13:36:26","date_gmt":"2025-02-28T06:36:26","guid":{"rendered":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/?p=27163"},"modified":"2025-02-28T13:36:27","modified_gmt":"2025-02-28T06:36:27","slug":"tingkatkan-kompetensi-guru-bk-mts-n-3-sleman-ikuti-pelatihan-menjawab-tantangan-membentuk-karakter-generasi-z","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/2025\/02\/28\/tingkatkan-kompetensi-guru-bk-mts-n-3-sleman-ikuti-pelatihan-menjawab-tantangan-membentuk-karakter-generasi-z\/","title":{"rendered":"Tingkatkan Kompetensi, Guru BK MTs N 3 Sleman Ikuti Pelatihan \u201cMenjawab Tantangan Membentuk Karakter Generasi Z\u201d"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"670\" src=\"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-27-at-22.55.31-1024x670.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-27164\" srcset=\"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-27-at-22.55.31-1024x670.jpeg 1024w, https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-27-at-22.55.31-300x196.jpeg 300w, https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-27-at-22.55.31-768x503.jpeg 768w, https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-27-at-22.55.31.jpeg 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemenag Sleman News (MTsN 3 Sleman ) \u2013 Generasi Z yang lahir pada rentang tahun 1997-2012, yang notabene adalah para pelajar yang sekarang duduk di bangku SMP\/MTs-SMA\/MA, merupakan generasi muda yang saat ini sedang berada di usia sekolah hingga memasuki dunia kerja\u00a0adalah generasi\u00a0yang tumbuh di era digital dan sangat mahir dalam menggunakan teknologi, termasuk <em>smartphone<\/em>, media sosial, dan beragam aplikasi digital.\u00a0Namun, generasi Z juga memiliki beberapa kelemahan antara lain; ketidakstabilan emosi, <em>digital native<\/em>, rentan terhadap kecanduan teknologi dan gangguan kesehatan mental. Mereka perlu belajar mengatur emosi dan menjaga kesehatan mental dengan baik.\u00a0Untuk itu pada Rabu (26\/2\/2025) bertempat di aula\u00a0Gedung Amphitarium lantai 9, UAD Kampus 4 Jln. Ringroad Selatan, Kragilan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, DIY diselenggarakan Pelatihan \u00a0\u201cMenjawab Tantangan Membentuk Karakter Generasi Z\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelatihan tersebut&nbsp;diikuti sejumlah 200&nbsp;orang peserta dari berbagai MTs seluruh Indonesia. Turut hadir peserta Guru BK dari MTs N 3 Sleman yakni Dwi Rahayu Ningsih , S.Pd. dan Wiwin Subiyarni Rahayu, S.Pd., M.S.I. Kegiatan diselenggarakan oleh MGBK&nbsp;MTs Nasional bekerjasama dengan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam sambutannya Ketua MGBK MTs Nasional &nbsp;Dwi Atmaja, S.Pd., M.Psi.&nbsp;Menyampaikan bahwa Kegiatan ini sangat diperlukan karena saat ini &nbsp;BK menjadi perhatian dari menteri Pendidikan nasional mengingat banyaknya siswa yang membutuhkan layanan BK, ia berharap agar pelatihan ini membawa kebaikan dan para teman guru&nbsp;ini bisa&nbsp;mengimplementasikan ilmu dari narasumber agar mendapatkan metode yang tepat dalam pemberian&nbsp;layanan&nbsp;bimbingan konseling&nbsp;bagi generasi Z.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-27-at-22.55.34-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-27165\" srcset=\"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-27-at-22.55.34-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-27-at-22.55.34-300x169.jpeg 300w, https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-27-at-22.55.34-768x432.jpeg 768w, https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-27-at-22.55.34-1536x864.jpeg 1536w, https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/WhatsApp-Image-2025-02-27-at-22.55.34.jpeg 1599w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hadir memberikan Pembinaan sekaligus materi pertama adalah &nbsp;Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, H. Abdul Su\u2019ud, S.Ag., M.Si.&nbsp;Beliau berpesan agar guru BK harus mampu mendampingi peserta didik menemukan potensinya, melayani pengembangan poensi peserta didikdengan bekerjasama dengan pihak lain, memberikan konseling jika ada hambatan tandasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Materi kedua disampaikan oleh Prof. Dr. Budi Astuti, M.Si. Dari FKIP UNY yang menjelaskan tentang perlunya pendekatan sosial emosional &nbsp;yang bertujuan mengembangkan kompetensi sosial dan emosional siswa.&nbsp;Pemateri terakhir adalah strategi layanan BK inovatif untuk membangun karakter generasi Z yang dibawakan dengan sangat menarik oleh Dr. Caraka Putra Bhakti S.Pd.,M.Pd.&nbsp;Dijelaskan bahwa Pengunaan&nbsp;inovasi&nbsp;juga dapat meningkatkan keterserapan materi yang diberikan oleh guru&nbsp;BK. Selain itu,&nbsp;tampilan&nbsp;layanan BK&nbsp;lebih kreatif dan inovatif serta kekinian sehingga dapat menarik minat siswa untuk mengikuti&nbsp;dan memperkecil peluang untuk ditinggalkan siswa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari awal hingga akhir pelatihan mengundang antusiasme para peserta dalam mengikuti pelatihan. Pelatihan berlangsung seru dan penuh semangat. Kegiatan pelatihan yang dijadwalkan selesai pukul 14.00 berakhir pukul 15.00 WIB. &nbsp;( Win )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemenag Sleman News (MTsN 3 Sleman ) \u2013 Generasi Z yang lahir pada rentang tahun 1997-2012, yang notabene adalah para<\/p>\n","protected":false},"author":25,"featured_media":27164,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_layout":"no_sidebar_full_width","_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-27163","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27163","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27163"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27163\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27231,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27163\/revisions\/27231"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27164"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27163"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27163"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27163"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}