{"id":47657,"date":"2025-11-24T09:13:19","date_gmt":"2025-11-24T02:13:19","guid":{"rendered":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/?p=47657"},"modified":"2025-11-24T09:13:23","modified_gmt":"2025-11-24T02:13:23","slug":"gandeng-tim-sar-diy-mtsn-10-sleman-sosialisasikan-mitigasi-bencana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/2025\/11\/24\/gandeng-tim-sar-diy-mtsn-10-sleman-sosialisasikan-mitigasi-bencana\/","title":{"rendered":"Gandeng Tim SAR DIY,  MTsN 10 Sleman Sosialisasikan  Mitigasi Bencana"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1280\" height=\"960\" src=\"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-22.42.04.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-47658\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Kemenag Sleman News (MTsN 10 Sleman) \u00a0\u2013 Suasana di MTsN 10 Sleman siang itu mendadak \u00a0gempar. Sirene tanda bahaya meraung-raung, membuat siswa yang tengah belajar di kelas \u00a0panik. Anak-anak berhamburan berlari keluar kelas untuk menyelamatkan diri, sementara sebagian lainnya terlihat berlindung di bawah meja.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1280\" height=\"960\" src=\"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-22.34.24.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-47659\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Adegan kepanikan tersebut bukanlah bencana nyata, melainkan bagian dari Simulasi Mitigasi Bencana Gempa Bumi yang diadakan oleh MTsN 10 Sleman pada hari Jumat,( 21 \/11\/2025)<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1280\" height=\"959\" src=\"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-15.04.41.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-47660\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Kegiatan sosialisasi dan simulasi ini menggandeng Tim SAR DIY &nbsp;yang dikomandoi &nbsp;Alex Rustry didampingi tiga anggota tim. Tim &nbsp;hadir untuk memberikan pelatihan praktis kepada &nbsp;warga madrasah &nbsp;tentang cara menangani kejadian bencana.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan diikuti murid, guru , dan pegawai serta perwakilan orang tua murid. Acara dipusatkan di dom MTsN 10 Sleman dan halaman terbuka. Kepala MTsN 10 Sleman, Paijo, S.Ag., menyambut baik pelaksanaan Sosialisasi Mitigasi Bencana ini.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Mitigasi akan berguna baik untuk diri sendiri maupun orang lain dan masyarakat,\u201d ujar Kamad (Kepala Madrasah). Beliau juga menyampaikan pesan motivasi, \u201cSebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam sesi sosialisasi, dijelaskan pentingnya langkah-langkah darurat. Di kelas, siswa diajarkan untuk segera berlindung di bawah meja dan melindungi kepala saat gempa terjadi. Saat melakukan evakuasi, mereka diinstruksikan untuk menghindari bangunan dan pohon yang berpotensi roboh.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;\u201cKesiapsiagaan penting terutama mengingat lokasi sekolah yang berpotensi bahaya Gunung Merapi, \u201cujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain simulasi menghadapi gempa bumi, pada kesempatan itu dilatihkan pula mitigasi bencana kebakaran , terutama di rumah tangga. Terdapat dua cara ketika menghadapi kebakaran seperti kompor, yakni \u00a0menggunakan Alat Pemadam (AP) semprot kimia dan atau non kimia menggunakan karung basah. Karung atau kain basah. \u201cJika tidak ada karung, alat bisa digantikan dengan selimut tebal yang dibasahi, \u201c Ujar Alex. Mereka memeragakan langsung di hadapan peserta dengan nyala api\u00a0 berkobar dan teknik memadamkannya dengan aman.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan yang dilaksanakan pukul 13. 00 -15.00 &nbsp;berjalan &nbsp;lancar dan aman. Peserta mengikutinya &nbsp;dengan antusias &nbsp;seraya duduk tertib di hamparan tikar. Acara berakhir saat azan asar berkumandang. Dan serentak peserta sosialisasi tegakkan salat berjamaah.. (nsw)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemenag Sleman News (MTsN 10 Sleman) \u00a0\u2013 Suasana di MTsN 10 Sleman siang itu mendadak \u00a0gempar. Sirene tanda bahaya meraung-raung,<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":47658,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_layout":"default_layout","_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-47657","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-madrasah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47657","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47657"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47657\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47764,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47657\/revisions\/47764"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47658"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47657"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47657"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47657"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}