{"id":59715,"date":"2026-04-29T16:00:00","date_gmt":"2026-04-29T09:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/?p=59715"},"modified":"2026-04-30T00:04:16","modified_gmt":"2026-04-29T17:04:16","slug":"dukungan-jatman-perkokoh-sleman-religi-lewat-pesantren-mengabdi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/2026\/04\/29\/dukungan-jatman-perkokoh-sleman-religi-lewat-pesantren-mengabdi\/","title":{"rendered":"Dukungan JATMAN Perkokoh Sleman Religi Lewat Pesantren Mengabdi"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"3022\" height=\"1929\" src=\"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/rapat-dengan-jatman.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-59716\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Kemenag Sleman News \u2014 Dukungan terhadap program Sleman Religi terus menguat melalui sinergi berbagai elemen masyarakat, termasuk Jam\u2019iyyah Ahlith Thariqah al-Mu\u2019tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) Kabupaten Sleman.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini mengemuka dalam diskusi ringan yang diinisiasi Seksi PD Pontren bersama para kiai perwakilan kapanewon sebagai ruang penguatan segmen <em>Pesantren Mengabdi<\/em>, di Pendopo Kopi Santri Turi, Rabu (29\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p>Mengawali arahannya, Kepala Kantor Kemenag Sleman, H. Nadhif, menegaskan pentingnya memulai perubahan dari langkah yang realistis dan berkelanjutan. Ia mengutip ungkapan, <em>\u201cMa la yudroku kulluhu, la yutroku kulluhu,\u201d<\/em> yang bermakna bahwa sesuatu yang belum bisa dilakukan secara sempurna tidak boleh ditinggalkan sepenuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cProgram Sleman Religi lahir dari kegelisahan atas menurunnya pengamalan nilai agama. Maka, kita mulai dari yang bisa kita lakukan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Nadhif menyoroti sejumlah tantangan, seperti berkurangnya keterlibatan generasi muda di masjid serta perlunya penguatan pendidikan keagamaan yang berdampak sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDulu masjid sederhana tapi ramai, kini fisik megah namun generasi muda mulai menjauh. Ini yang harus kita jawab bersama,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menegaskan, keberhasilan Sleman Religi sangat bergantung pada kolaborasi lintas pihak. \u201cProgram ini tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi dengan DMI, forum rois, dan berbagai elemen sudah kita mulai, dengan langkah bertahap melalui model <em>piloting<\/em>,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kasi PD Pontren, H. Achmad Fauzi, turut mengajak para kiai untuk berperan aktif menyosialisasikan Sleman Religi kepada masyarakat, sekaligus memperkenalkan inisiatif <em>Majelis Amaliyah Digital<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Dukungan serupa disampaikan perwakilan pengurus JATMAN Sleman, M. Labib. Ia menilai Sleman Religi sebagai ruang kolaborasi yang strategis.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami siap bersinergi menghadirkan keberagamaan yang hidup dan membumi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"578\" height=\"358\" src=\"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/rapat-dengan-jatman-2-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-59718\" style=\"width:751px;height:auto\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Diskusi berlangsung dinamis dengan masukan konstruktif, meliputi pentingnya masjid ramah generasi Z, penguatan kolaborasi ulama\u2013umara dalam menghidupkan majelis taklim, serta dorongan legalitas kelembagaan agar gerakan keagamaan lebih terstruktur dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui kolaborasi ini, Sleman Religi diharapkan menjadi gerakan bersama yang menghadirkan layanan keagamaan inklusif dan berdampak, sejalan dengan nilai Asta Protas Kementerian Agama. (isa)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemenag Sleman News \u2014 Dukungan terhadap program Sleman Religi terus menguat melalui sinergi berbagai elemen masyarakat, termasuk Jam\u2019iyyah Ahlith Thariqah<\/p>\n","protected":false},"author":38,"featured_media":59716,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_layout":"default_layout","_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[7,6],"tags":[],"class_list":["post-59715","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-kemenag","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59715","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/38"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59715"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59715\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59719,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59715\/revisions\/59719"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59716"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59715"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59715"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sleman.kemenag.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59715"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}