Jum’at Literasi, Siswa MTsN 4 Sleman Gali Inspirasi dari Biografi Tokoh Nasional Indonesia

Kemenag Sleman News (MTsN 4 Sleman) – MTsN 4 Sleman kembali menggelar kegiatan Jum’at Literasi yang diikuti oleh seluruh siswa kelas VII dan VIII pada Jumat (14/11/2025) di kelas masing-masing. Kegiatan yang menjadi agenda rutin bulanan ini bertujuan menumbuhkan budaya baca, memperluas wawasan, serta menanamkan nilai keteladanan melalui kisah para tokoh nasional Indonesia.
Di bawah pendampingan wali kelas masing-masing, para siswa membaca satu biografi tokoh nasional dari berbagai bidang yang mereka minati. Mereka bebas memilih tokoh, mulai dari Drs. Mohammad Hatta, Ir. Soekarno, Jenderal Soedirman, K.H. Hasyim Asy’ari, K.H. Ahmad Dahlan, W.R. Soepratman, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, R.A. Kartini, Tan Malaka, B.J. Habibie, Ki Hadjar Dewantara, hingga Abdurrahman Wahid. Keragaman tokoh ini diharapkan dapat menginspirasi siswa melalui perjalanan hidup, perjuangan, dan gagasan besar masing-masing figur.
Setiap siswa diminta membaca biografi pilihan mereka dengan saksama, kemudian menuliskan hal-hal menarik dari tokoh tersebut dalam 3 hingga 4 kalimat. Selain itu, mereka juga diminta menguraikan nilai keteladanan yang bisa dipetik dalam 4 hingga 5 kalimat. Tugas ini menjadi cara efektif untuk melatih kemampuan memahami bacaan sekaligus mengekspresikan gagasan secara tertulis.

Kepala MTsN 4 Sleman, Harsoyo, menegaskan bahwa kegiatan literasi seperti ini merupakan bagian penting dalam membangun karakter siswa. “Melalui membaca biografi tokoh nasional, siswa belajar tentang nilai perjuangan, integritas, dan kecintaan terhadap bangsa. Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki teladan hidup yang kuat,” ujarnya.
Salah satu Tim Literasi MTsN 4 Sleman, Rita Tiaswari menyampaikan bahwa literasi biografi dipilih karena mampu menghadirkan contoh nyata dari perjalanan hidup seseorang. “Biografi membantu siswa melihat perjuangan tokoh secara lebih dekat. Dari sana, mereka bisa menemukan inspirasi, mempelajari jatuh bangun perjuangan, dan memahami bahwa keberhasilan membutuhkan proses panjang,” jelasnya. Antusiasme siswa terlihat dari kesungguhan mereka memilih tokoh yang benar-benar mereka kagumi.
Salah satu siswa kelas VIII, Naomi Agustyas Ramadhania, mengungkapkan kekagumannya setelah membaca biografi B.J. Habibie. “Saya sangat terinspirasi dengan kegigihan beliau dalam belajar. Dari kisah Habibie, saya belajar bahwa mimpi besar bisa dicapai dengan kerja keras dan tidak mudah menyerah,” pungkasnya. (epr)
