Tausiyah Tarawih Kakan Kemenag Sleman Tekankan Makna Puasa

Kemenag Sleman News (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S. Ag, M.SI mengajak masyarakat Sleman untuk terus meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT melalui ibadah puasa Ramadan. Ajakan tersebut disampaikan saat menjadi penceramah salat tarawih pada Kamis malam (19/2/2026) atau bertepatan dengan 2 Ramadan 1447 H di Masjid Agung Sleman.
Dalam tausiyahnya, H. Nadhif menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan perintah Allah SWT yang sarat dengan nilai-nilai kebaikan. Puasa, menurutnya, merupakan sarana utama untuk membentuk pribadi yang bertakwa sebagaimana tujuan utama diwajibkannya ibadah puasa.
“Allah memerintahkan kita berpuasa agar kita menjadi insan yang bertakwa. Sekumpulan kebaikan yang kita lakukan selama Ramadan inilah yang menjadi nilai ibadah,” ujarnya di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa puasa memiliki peran strategis dalam mengendalikan hawa nafsu yang kerap mengarah pada perilaku negatif. Dengan menahan diri, umat Islam dilatih untuk mengalahkan dorongan nafsu dan memperkuat kendali diri dalam kehidupan sehari-hari.
“Puasa akan mengalahkan nafsu yang arahnya menuju kejelekan. Dengan puasa, kita belajar mengendalikan diri dan menata kembali orientasi hidup agar selalu berada di jalan Allah,” tambahnya.
Kakan Kemenag Sleman juga menekankan bahwa ibadah puasa menghantarkan seorang hamba menjadi lebih dekat dengan Allah SWT. Kedekatan spiritual inilah yang menjadi esensi Ramadan dan alasan utama Allah mewajibkan umat Islam menjalankan puasa.
Melalui kehadiran langsung di tengah jamaah Masjid Agung Sleman, Kementerian Agama Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya untuk terus hadir, membimbing, dan membersamai umat dalam penguatan nilai-nilai keagamaan, khususnya selama bulan suci Ramadan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kemenag Sleman dalam memperkuat pembinaan umat, menumbuhkan kesadaran spiritual, serta mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui dakwah yang menyejukkan dan membumi. (Aji)
