Menuju Tahfidz Berdampak, MAN 3 Sleman Matangkan Launching Program MUTIARAQU

Kemenag Sleman News (MAN 3 Sleman) — MAN 3 Sleman menggelar rapat persiapan pelaksanaan launching Program MUTIARAQU (Muraja’ah dan Tahfidz Intensif Al-Qur’an) pada Kamis (20/2/2026), bertempat di ruang AVA mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam penguatan program tahfidz madrasah yang terstruktur dan berkelanjutan.
Ketua program MUTIARAQU, Wahidatul Mukarromah, dalam sambutannya menyampaikan harapan besar terhadap keberlangsungan program ini. “Mohon dukungan dan support untuk Program MUTIARAQU. Harapannya kegiatan ini dapat berlangsung secara berkelanjutan. Semoga ananda dapat istiqomah dalam menambah dan menjaga hafalan,” ungkapnya.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan panitia MUTIARAQU serta para guru tahfidz yang telah melalui tahap seleksi. Momentum ini sekaligus menjadi ajang penguatan komitmen bersama dalam menyukseskan program.

Dalam rapat tersebut juga dibahas secara matang berbagai aspek teknis pelaksanaan, meliputi penentuan waktu dan tempat kegiatan, sistem placement test, pembentukan halaqah, serta standarisasi target ziyadah (penambahan hafalan). Pembahasan ini dilakukan guna memastikan program berjalan sistematis, terukur, dan sesuai dengan capaian yang diharapkan.
Sebagai penanggung jawab program, Singgih Sampurno menegaskan bahwa program MUTIARAQU telah disosialisasikan kepada orang tua siswa sebagai bentuk transparansi dan sinergi madrasah dengan keluarga. Beliau juga menyampaikan bahwa siswa tentu menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga konsistensi hafalan, sehingga diperlukan pendampingan intensif dari guru tahfidz.

“Tidak hanya siswa yang memiliki target, guru pun harus memiliki target keberhasilan program. Ini adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, beliau mengaitkan program ini dengan penguatan program Kementerian Agama, yakni “Tahfidz Berdampak” artinya, hafalan Al-Qur’an tidak hanya berdampak bagi diri sendiri, tetapi juga memberi manfaat bagi orang lain. Salah satunya dengan mendorong siswa MAN untuk menjadi pendamping tahfidz bagi siswa MTs.
Melalui program MUTIARAQU, MAN 3 Sleman berharap dapat menghadirkan ekosistem tahfidz yang kuat dan berkelanjutan, sekaligus menjadi jembatan bagi para siswa penghafal Al-Qur’an untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (mia)
