Sabtu, Agustus 8, 2026
Berita KUA

KUA Ngaglik Gelar Gebyar Ramadan, Perkuat Nilai Keluarga Sakinah Maslahat

Kemenag Sleman News (KUA) — KUA Ngaglik menggelar rangkaian kegiatan Gebyar Ramadan 1447 H melalui program The Most Kantor Urusan Agama Move For Sakinah Maslahat, yang dirangkaikan dengan kegiatan buka bersama pada Senin (23/2/2026). Kegiatan berlangsung pukul 16.30–18.30 WIB di RM Mertamu, Jalan Sumberan 2 No. 4 Ngentak, Sinduharjo, Ngaglik, dan diikuti para guru TK yang tergabung dalam KKG IGTK se-Minomartani.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi KUA Ngaglik bersama KKG IGTK Minomartani Ngaglik sebagai bagian dari penguatan pembinaan spiritual dan keilmuan bagi pendidik anak usia dini selama bulan Ramadan. Program ini sekaligus menjadi ruang silaturahmi dan refleksi nilai-nilai keluarga sakinah dalam lingkungan pendidikan.

Ketua KKG IGTK Minomartani, Trisnawati Handayani, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bahagianya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menuturkan bahwa kegiatan buka bersama telah menjadi program tahunan yang tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga meningkatkan wawasan keilmuan dan spiritual para guru.

“Buka bersama ini menjadi momentum penting bagi kami untuk memperkuat nilai kebersamaan sekaligus meningkatkan kualitas spiritual para pendidik, sehingga dapat berdampak positif dalam mendampingi tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Dalam sesi pembinaan, Penyuluh Agama Islam KUA Ngaglik, Sakhirin, S.H.I., yang juga Master Trainer dan Asesor BNSP, hadir sebagai narasumber dengan materi tentang pentingnya penanaman konsep keluarga Sakinah Maslahat di lingkungan pendidikan anak usia dini. Ia menekankan bahwa guru memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai keluarga harmonis sejak dini melalui keteladanan dan pendidikan karakter.

Sakhirin mengulas kandungan QS Ar-Ra’d ayat 22–24 yang menjelaskan ciri-ciri orang beriman, yakni mereka yang bersabar demi meraih keridaan Allah, mendirikan salat, berinfak baik secara sembunyi maupun terang-terangan, serta membalas keburukan dengan kebaikan. Ayat tersebut juga menggambarkan balasan surga ‘Adn, tempat berkumpulnya orang-orang saleh bersama pasangan dan keturunannya dalam suasana penuh keselamatan.

Ia menjelaskan bahwa amal kebaikan yang dilakukan secara sirr (tersembunyi) memperoleh pahala langsung dari Allah, sementara amal yang dilakukan secara wa’alaniyyah atau terbuka dapat menjadi inspirasi bagi orang lain dan bernilai sebagai investasi pahala berkelanjutan.

“Konsep keluarga Sakinah Maslahat bukan hanya menghadirkan kebahagiaan di dunia, tetapi juga menjadi jalan berkumpul kembali bersama keluarga di surga kelak,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, KUA Ngaglik berharap nilai-nilai keluarga sakinah maslahat dapat semakin tertanam di kalangan pendidik, sehingga mampu ditransformasikan kepada anak-anak sejak usia dini. Gebyar Ramadan ini sekaligus menjadi wujud sinergi antara lembaga keagamaan dan komunitas pendidikan dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya maslahat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas