KUA Ngaglik Cetak 175 Dai Pemula dari Pelajar SMA

Kemenag Sleman News— Komitmen menghadirkan KUA Berdampak terus diwujudkan melalui penguatan kapasitas generasi muda. Kantor Urusan Agama (KUA) Ngaglik mencetak sebanyak 175 dai pemula dari siswa kelas XI SMA Negeri 1 Pakem dalam kegiatan Pelatihan Dai Pemula yang menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Ramadan 1447 H bertajuk The Most Kantor Urusan Agama Move For Sakinah Maslahat, Kamis (26/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Pakem ini mengusung tema “Menjadi Pembicara yang Menginspirasi”, sebagai upaya membekali pelajar dengan kemampuan dakwah sekaligus keterampilan komunikasi publik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Pelatihan menghadirkan narasumber Sakhirin, S.H.I., Penyuluh Agama Islam KUA Ngaglik yang juga Master Trainer dan Asesor BNSP. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa seorang dai masa kini tidak hanya dituntut memahami materi keagamaan, tetapi juga mampu menyampaikan pesan secara efektif dan menyentuh hati audiens.
“Dai pemula harus memiliki keberanian berbicara, kejelasan pesan, serta kemampuan membangun kedekatan dengan masyarakat. Dakwah yang baik adalah dakwah yang menginspirasi dan memberi solusi,” ujarnya.

Materi pelatihan diawali dengan pengenalan konsep dasar dai pemula meliputi pengertian, tujuan, manfaat dakwah, hambatan yang kerap dihadapi, hingga strategi mengatasi tantangan saat berbicara di depan publik. Peserta kemudian dibekali teknik inti public speaking yang aplikatif, mulai dari teknik pembukaan yang memukau, penyampaian isi yang inspiratif, hingga penutup yang berkesan.
Tidak hanya teori, pelatihan juga dirancang interaktif melalui praktik langsung. Para siswa dilatih menyusun strategi ceramah pada setiap tahapan, kemudian mempraktikkan kemampuan berbicara di depan umum sebagai simulasi dakwah di masyarakat.
Selain peningkatan keterampilan komunikasi, kegiatan ini juga menekankan penguatan karakter remaja. Narasumber mengajak peserta membangun nilai diri, fokus meraih cita-cita, serta memperkuat ketahanan moral agar terhindar dari berbagai risiko sosial, termasuk perkawinan usia anak.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para siswa aktif berdiskusi dan mengikuti sesi praktik sebagai bekal awal menjalankan peran dakwah di lingkungan masing-masing. Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta mendapatkan penugasan untuk memberikan ceramah langsung di masyarakat sebagai bentuk implementasi hasil pelatihan.
Melalui program ini, KUA Ngaglik menunjukkan transformasi peran KUA yang tidak hanya memberikan layanan administratif keagamaan, tetapi juga hadir membina generasi muda melalui edukasi, penguatan karakter, dan pemberdayaan dakwah berbasis komunitas. Program pencetakan dai pemula ini diharapkan mampu melahirkan generasi pelajar yang religius, komunikatif, serta menjadi agen moderasi beragama di tengah masyarakat.
