Rabu, Juni 3, 2026
Berita KUA

Spirit Ramadan, KUA Ngaglik Kuatkan Guru SLB Autisme

Kemenag Sleman News (KUA) — Momentum Ramadan dimaknai sebagai penguat pengabdian oleh KUA Ngaglik melalui pembinaan moral dan spiritual kepada para guru SLB Autisme Dian Amanah yang berlokasi di Jalan Sawah Joglo, Ngaglik, Sleman, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa KUA tidak hanya hadir dalam layanan administrasi keagamaan, tetapi juga berperan aktif memperkuat ketahanan spiritual masyarakat, termasuk para pendidik anak berkebutuhan khusus penyandang autisme.

Kepala KUA Ngaglik, H. Handoyo, S.Ag., menegaskan bahwa pembinaan terhadap guru, khususnya yang mengemban amanah mendidik anak-anak berkebutuhan khusus, merupakan bagian dari komitmen KUA Ngaglik dalam menghadirkan pelayanan yang berdampak.

“Guru yang mendidik anak berkebutuhan khusus memiliki tantangan yang tidak ringan. Mereka perlu mendapatkan perhatian dan pembinaan secara berkelanjutan. Ini adalah komitmen kami agar KUA benar-benar hadir memberi penguatan, tidak hanya kepada siswa, tetapi juga kepada para pendidiknya,” tegasnya.

Ia menambahkan, bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk menguatkan niat dan semangat pengabdian. Setiap kesabaran, ketelatenan, dan kasih sayang yang diberikan kepada anak-anak istimewa bernilai ibadah, terlebih di bulan suci ketika pahala dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Tim penyuluh agama Islam KUA Ngaglik yang diterjunkan dalam kegiatan ini adalah Wahyu Nurul Ilmiyati, S.Ag., Muhammad Syaiful Ghozi, S.Pd., dan Tarwadi, S.Ag. Mereka memberikan motivasi dan dukungan moral agar para guru semakin mantap menjalankan tugas mulia mendidik generasi berkebutuhan khusus dengan penuh kesabaran dan cinta.

Kepala SLB Autisme Dian Amanah, Umu Afifah Isriyati, S.Pd., menyambut baik pembinaan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian KUA Ngaglik yang tidak hanya memberikan bimbingan keagamaan kepada peserta didik, tetapi juga kepada para guru. Bahkan ke depan, pembinaan diharapkan dapat diperluas kepada para wali murid sebagai bagian dari penguatan sinergi antara sekolah, keluarga, dan lembaga keagamaan.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pembinaan ini. Guru-guru kami membutuhkan penguatan moral dan spiritual agar tetap tangguh dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, KUA Ngaglik kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang bergerak aktif membangun ketahanan spiritual masyarakat. Tidak hanya menyentuh aspek administratif, tetapi juga menghadirkan pendampingan nyata bagi para pendidik, sehingga spirit Ramadan benar-benar menjadi spirit pengabdian sepanjang waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas