Selasa, Juli 28, 2026
Berita KemenagHeadline

Sukseskan Mudik MENYALA 2026, Kemenag Sleman Siapkan Masjid Ramah Pemudik

Kemenag SLeman News (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman menggelar Rapat Koordinasi Masjid Ramah Pemudik pada Rabu (4/3) di Aula Kemenag Sleman. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menyukseskan program Mudik 2026 dengan tema MENYALA (Mudik Menyenangkan, Nyaman, Aman, dan Lancar) yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.

Kepala Kemenag Sleman, H. Nadhif, menegaskan bahwa kehadiran Kementerian Agama dalam program ini merupakan bentuk komitmen negara dalam memfasilitasi para pemudik agar dapat beristirahat dengan aman dan nyaman selama perjalanan. Ia menyampaikan, terdapat 40 masjid di jalur mudik strategis wilayah Sleman yang ditetapkan sebagai masjid ramah pemudik.

β€œKemenag berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Baznas, hingga DMI. Dinas Kesehatan bertanggung jawab pada layanan kesehatan, sementara DMI menjadi tuan rumah dalam pengelolaan masjid,” jelasnya.

H. Nadhif menambahkan, masjid ramah pemudik diharapkan sudah siap melayani masyarakat sejak H-10 hingga H+10 Idulfitri. Selain merupakan kebijakan mandatori, program ini juga menjadi wujud penghormatan kepada para tamu atau pemudik yang singgah di Sleman.

β€œKehadiran pemudik memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Jika mereka merasa disambut dengan baik, akan muncul kesan positif tentang Sleman sebagai daerah yang ramah. Ini menjadi magnet agar mereka mau kembali lagi ke Sleman,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa ke depan program ini akan ditingkatkan menjadi masjid ramah musafir sepanjang tahun, tidak hanya pada momentum hari raya. Hal ini sejalan dengan peran masjid sebagai pusat pelayanan umat yang aman, nyaman, dan menyenangkan, sekaligus berkontribusi pada penguatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Plt. Kasi Bimas Islam Kemenag Sleman, Achmad Fauzi, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa program masjid ramah pemudik merupakan ikhtiar agar masjid di Sleman semakin berdaya dan berdampak. Berdaya berarti ketakmiran berjalan dengan baik, sedangkan berdampak berarti memberi pengaruh nyata bagi umat.

β€œPada masa Ramadan dan Idulfitri, jumlah pemudik meningkat dan banyak yang singgah di masjid. Karena itu, kita bersatu dan bersinergi memberikan layanan terbaik agar para musafir merasa nyaman. Mudik juga bagian dari ibadah, sehingga perlu didukung dengan fasilitas yang memadai,” ungkapnya.

Rapat koordinasi ini dihadiri para takmir dari 40 masjid ramah musafir, Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Sleman Muhaimin, S.Ag., M.Pd., Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sleman Drs. H. Masuko Haryono, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. (Aji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

β™Ώ Aksesibilitas