Saat Gereja Layani Pemudik, Harmoni Lintas Iman Menggema di Sleman

Kemenag Sleman News – Semangat kebersamaan dan pelayanan lintas iman kembali tercermin dalam penutupan rangkaian kegiatan Rumah Ibadah Ramah Pemudik 2026 yang berlangsung di Gereja Katolik Paroki Santo Aloysius Gonzaga, Mlati, Jumat (27/3/2026).
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman dalam merawat kerukunan umat beragama sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan humanis.
Kasubbag Tata Usaha H. Sangaji, mewakili Kepala Kantor Kemenag Sleman, hadir didampingi Penyelenggara Katolik CB Ismulyadi, para penyuluh, serta relawan. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Kabid Kemasyarakatan Gereja, Joko Sumarah, beserta jajaran pengurus dan relawan.
Dalam sambutannya, H. Sangaji menyampaikan apresiasi sekaligus penghargaan kepada seluruh pihak gereja dan relawan yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program ini. Ia menegaskan bahwa keterlibatan rumah ibadah lintas agama dalam melayani para pemudik merupakan cerminan nilai-nilai moderasi beragama yang menjadi bagian penting dari Asta Protas Kementerian Agama RI.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus gereja dan relawan. Kehadiran Rumah Ibadah Ramah Pemudik ini bukan hanya soal fasilitas, tetapi wujud nyata kepedulian dan persaudaraan lintas iman di Sleman,” ungkap Sangaji.
Lebih lanjut, Sangaji juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan terdapat hal-hal yang merepotkan pihak gereja, seraya berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan semakin kuat di masa mendatang.

Sementara itu, Kabid Kemasyarakatan Gereja, Joko Sumarah, dalam paparannya mengawali dengan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada umat Muslim. Ia menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada gereja sebagai bagian dari program nasional tersebut.
“Kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Ini menjadi pengalaman berharga sekaligus komitmen kami untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat lintas agama,” tutur Joko.
Ia juga menambahkan bahwa ke depan pihak gereja akan melakukan evaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan, sehingga keberadaan Rumah Ibadah Ramah Pemudik dapat semakin optimal dalam memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Kegiatan ini menegaskan bahwa Kankemenag Sleman terus berkomitmen memperkuat harmoni sosial melalui pendekatan pelayanan keagamaan yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat lintas agama ini menjadi fondasi penting dalam menjaga kerukunan, sekaligus mengimplementasikan nilai moderasi beragama secara nyata di Bumi Sembada. (isa)
