School Zone Meriahkan Puncak Acara Pesantren Ramadan MAN 2 Sleman

Kemenag Sleman News (MAN 2 Sleman) — Pesantren Ramadan 1447 H/2026 M di MAN 2 Sleman berbeda dengan tahun sebelumnya, Pesantren Ramadan kali ini semakin semarak dengan terselenggaranya kegiatan School Zone yang menghadirkan motivasi spesial bagi para murid, Kamis (05/03/2026).
Dengan menggandeng MQFM, RBTV dan Universitas Amikom, MAN 2 Sleman sukses menyelenggarakan School zone sebagai puncak acara pesantren ramadan tahun 2026.
Mengusung tema “Muda, kreatif dan inspiratif”, sebagai ajang pengembangan wawasan bagi para murid agar mampu memaksimalkan potensi diri di era digital.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Sleman Drs. Wiranto prasetyahadi, M.Pd. menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kebersamaan dan kolaborasi antara murid disabilitas maupun reguler.
“Kebersamaan dan kolaborasi antara inklusi dan riset sangat luar biasa, bisa menerima teman-teman dengan keadaan yang beragam, perbedaan-perbedaan ini merupakan anugerah, mudah-mudahan menjadi berkah yang diberikan oleh Allah SWT,” terangnya.
Pada kesempatan yang sama Kabid Dikmad Kanwil Kemenag DIY SIdik Pramono, S.Ag., M.S.I memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada MAN 2 Sleman atas terlaksanakan kegiatan ini, ke depan bisa berkembang lebih baik.
“MAN 2 Sleman dikenal DIY bahkan di nasional sebagai madrasah inklusi, mindset dan cultur set yang terbangun disini sudah memungkinkan pelaksanaan pendidikan Inklusif. Dari 78 madrasah yang tertulis di SK belum bisa berjalan maksimal kecuali MAN 2 Sleman. Mari kita jaga bersama dan kembangkan bersama sebagai madrasah inklusi ke depannya,” jelasnya.
Pada acara School Zone yang ditayangkan langsung oleh MQFM dan RBTV ini digelar talkshow dengan menghadirkan empat narasumber yang sangat inspiratif; Drs. Wiranto Prasetyahadi, M.Pd., Sidik Pramono, S.Ag., M.S.I., Sudarmawan, S.T., M.T. Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Amikom, serta Erick Hadi Saputra, S.Kom., M.Eng Motivator dan Wakil Dekan II BIdang Non Akademik FES dan Direktur Direktorat Kehumasan Urusan Internasional Amikom.
Pada sesi talkshow, erick berbagi kisah tentang kegigihan seorang Guru dengan ikhlas membagikan ilmunya, hingga suatu saat salah satu dari muridnya menjadi orang sukses, dan membalas kebaikan gurunya untuk mendapatkan rezekinya yang tidak disangka.
“Ketika kita diminta bantuan oleh orang lain, yakinlah yang namanya pejuang itu akan terus melakukan hal terbaik dari dirinya, kebaikan tidak akan hilang dari diri kita, kebaikan yang kita lakukan InsyaAllah kebaikan itu untuk kita juga,” tutur erick kepada seluruh murid.
Selanjutnya, Sudarmawan menyampaikan motivasi tentang nasehat orang jawa membagi ilmu menjadi 4, serta bagaimana menjadi pemuda yang kreatif dengan keimanan yang ada dalam diri kita.
“Ketika masih muda yang dikejar pertama: ilmu kanuragan, aspek kemampuan ketrampilan dan pengetahuan, kedua: ilmu kauripan belajar hidup secara mandiri terlepas dari orang tua, ketiga: ilmu kasepuan yaitu belajar menjadi orang tua, dan yang keempat: ilmu kasampurnan yaitu mempersiapkan diri untuk menghadap Yang Maha Kuasa,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa anak muda harus kreatif, kuncinya percaya diri, sebagai makhluk sosial harus bisa berkolaborasi membawa manfaat bagi kita semua.
Dalam sesi diskusi, Sidik menyampaikan Tuhan menciptakan kita berbeda-beda sehingga dalam kehidupan sosial tentunya sangat beragam. Perbedaan ini tidak ada yang bisa menolak, sesuatu yang ironi ketika ada kelompok ingin menyatukan, menyamaratakan dan tidak menerima perbedaan orang lain.
“Madrasah ini mencanangkan menjadi madrasah yang inklusif, upaya kita memberikan kehidupan yang sama kepada siapapun. ini bagian asta protas bapak Menteri Agama yaitu cinta kemanusiaan. upaya kita membangun madrasah inklusif menempatkan hak-hak teman-teman mendapatkan pendidikan yang sama.”
Ia menyampaikan bahwa MAN 2 Sleman sebagai madrasah inklusif merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas perbedaan yang Allah berikan. ingin membangun masa depan, muda yang kreatif inspiratif, memunculkan kreatifitas sendiri, sehingga bisa membangun masa depan lebih baik.
Di sisi lain, Wiranto menyampaikan pendidikan karakter murid di MAN 2 Sleman sudah terbentuk dengn sangat baik.
“Anak-anak kami betul-betul terbiasa membantu satu sama lain, tidak membedakan satu dengan yang lain, kebersamaan dan kolaborasi bersama terlihat di segala hal, seperti contoh penampilan band inklusi juga menjadi contoh murid disabilitas dan reguler berkolaborasi bersama memberikan penampilan terbaik.
Pelaksanaan School Zone di MAN 2 Sleman berhasil memberikan motivasi dan inspirasi kepada seluruh murid. Harapannya seluruh murid di MAN 2 Sleman terbentuk menjadi pribadi yang kreatif dan inspiratif. (Qoma)
