Rabu, Juli 29, 2026
Berita KemenagHeadline

Kemenag-KPU Sleman Perkuat Sinergi, Bidik Pemilih Pemula

Kemenag Sleman News (Humas) — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan partisipasi pemilih melalui kolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman. Hal ini disampaikan dalam audiensi Program Sosialisasi dan Data Pemilih yang digelar bersama KPU Sleman.

Kepala Kantor Kemenag Sleman menyampaikan bahwa pemilihan umum merupakan bagian dari kewajiban warga negara yang perlu terus disosialisasikan, baik melalui program Kemenag maupun KPU. Menurutnya, meskipun masyarakat terutama generasi muda telah memiliki pengetahuan dasar tentang pemilu, upaya peningkatan pemahaman tetap perlu dilakukan.

“Pemilihan merupakan kewajiban. Mungkin mereka sudah punya pengetahuan, tapi perlu ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan berbagai komunitas dan lembaga pendidikan di bawah Kemenag sebagai sarana edukasi politik, termasuk melalui program Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama). Program tersebut dinilai strategis untuk menyisipkan materi kesadaran memilih sejak dini. Selain itu, sekolah berbasis teologi yang berada di bawah naungan Kemenag juga menjadi bagian penting dalam upaya sosialisasi.

Terkait data pemilih, Kemenag Sleman menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung kebutuhan KPU. Saat ini, tercatat sebanyak 2.483 siswa kelas 10, 2.493 siswa kelas 11, dan 2.379 siswa kelas 12 di Madrasah Aliyah yang berpotensi menjadi pemilih pemula.

“Kami dengan senang hati membuka ruang intervensi agar pemilih pemula memiliki kesadaran untuk memilih. Data juga siap kami siapkan dan bisa dikomunikasikan lebih lanjut,” tambahnya.

Kemenag Sleman juga menyambut baik rencana kerja sama formal melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Menurutnya, kerja sama lintas lembaga sudah menjadi hal yang biasa dilakukan, termasuk dalam berbagai kegiatan seperti rapat kerja sebelumnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Sosialisasi dan SDM KPU Sleman menjelaskan bahwa audiensi ini bertujuan memperkuat sinergi sekaligus meminta masukan terkait rencana perjanjian kerja sama dengan Kemenag Sleman.

“Kami membutuhkan dukungan, khususnya terkait data pemilih pemula dari Madrasah Aliyah. Selain itu, ada juga ketentuan bahwa warga yang belum berusia 17 tahun namun sudah menikah tetap memiliki hak pilih,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa data pemilih akan terus diperbarui dan ditetapkan setiap tiga bulan sekali. Kerja sama dengan Kemenag dinilai penting sebagai penguat basis data sekaligus memperluas jangkauan sosialisasi.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa secara nasional KPU telah menjalin nota kesepahaman dengan Kementerian Agama Pusat, sehingga kerja sama di tingkat daerah diharapkan dapat menjadi penguat implementasi di lapangan.

Audiensi ini menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran dan partisipasi pemilih, khususnya generasi muda, sebagai bagian dari tanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas