Kemenag Sleman Perkuat SDM dan Tertib Data RA melalui Bimtek EMIS IMP

Kemenag Sleman News— Upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia sekaligus penataan data pendidikan terus diperkuat. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman menggelar Bimbingan Teknis EMIS IMP bagi seluruh operator Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Sleman, Jumat (17/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan akurasi dan validitas data pendidikan, sekaligus meningkatkan kompetensi operator sebagai ujung tombak pengelolaan informasi pendidikan Islam.
Kepala Kantor Kemenag Sleman menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, namun juga ruang sharing dan tholabul ilmi dalam memperkuat profesionalitas pendidik dan tenaga kependidikan.
“Tidak ada pilihan lain selain terus meningkatkan kapasitas. EMIS harus selalu di-update, datanya valid sesuai kondisi riil, dan kita dituntut bergerak cepat. Dari sini kita belajar bahwa pengelola data harus punya integritas,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa penguatan data sejalan dengan nilai Asta Protas Kementerian Agama RI, khususnya dalam peningkatan kualitas layanan keagamaan dan tata kelola yang akuntabel. Data yang valid, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.
Lebih lanjut, Kepala Kantor menitipkan pesan penting terkait penguatan implementasi Program Sleman Religi sebagai amanah Raker Kankemenag Sleman. Program besar tersebut, lanjutnya, mengusung semangat tahfidz berkhidmat yang dimulai sejak jenjang RA.
“Kita ingin anak-anak RA minimal hafal Juz 30. Tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga berdampak ke masyarakat. Mereka harus menjadi duta yang memakmurkan TPA, TPQ, dan masjid,” imbuhnya.
Ia juga mendorong sinergi antara pendidikan formal dan nonformal, agar pembelajaran Al-Qur’an tidak berhenti di sekolah, melainkan berlanjut di lingkungan masyarakat dengan dukungan guru dan orang tua.
Sementara itu, Ketua PGRI Cabang Khusus RA Kabupaten Sleman, Sri Ngadiati, menyampaikan apresiasi atas fasilitasi kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen peningkatan kualitas SDM RA.
“Kami rutin mengadakan program peningkatan kompetensi, mulai dari seminar, pelatihan hingga bimtek. Harapannya, guru dan kepala RA semakin profesional dan mampu menjawab tantangan perkembangan pendidikan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Sleman berharap terbangun budaya kerja yang profesional, responsif, dan berintegritas, sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan RA yang berdampak nyata bagi masyarakat, sejalan dengan semangat Sleman Religi. (isa)
