Jumat, Juni 5, 2026
Berita KemenagHeadline

Pertemuan Caturwulan DWP Kemenag DIY Dirangkai Launching Buku Antologi dan Pengukuhan Bunda Inklusi

Kemenag Sleman News (Bantul) — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Pertemuan Caturwulan pada Selasa (21/04/2026) di Warung Omah Sawah, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini dirangkai dengan launching antologi cerpen, pengukuhan Bunda Inklusi, sekaligus peringatan Hari Kartini.

Ketua DWP Kemenag DIY, Ening Herniti Ahmad Bahiej, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terbitnya buku antologi cerpen bertajuk Shimponi Asa, Rangkaian Doa dalam Pelukan Takdir. Ia menegaskan bahwa menulis merupakan salah satu upaya menggali potensi diri.

“Menulis buku bukan hanya soal merangkai kata, tetapi bagaimana membagikan kisah yang penuh hikmah kepada orang lain,” ujarnya.

Momentum pertemuan ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, yang menurut Ening menjadi sumber semangat perjuangan dan kesetaraan bagi perempuan. Ia menggambarkan sosok Raden Ajeng Kartini sebagai perempuan yang cerdas secara intelektual namun tetap lembut dalam kasih sayang.

“Kartini adalah perempuan cerdas secara intelektual namun tetap lembut dalam kasih sayang. Jadi jangan pernah berhenti belajar, teruslah menggali potensi diri,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Ahmad Bahiej selaku Penasehat DWP Kemenag DIY menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna mendalam.

“Kita tidak hanya memperingati salah satu tokoh besar perempuan, tetapi juga menghidupkan kembali semangat perjuangannya,” tandasnya. Ia menambahkan bahwa perempuan memiliki peran strategis, tidak hanya dalam lingkup rumah tangga tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat yang lebih luas.

Menurutnya, kegiatan literasi melalui launching buku serta pengukuhan Bunda Inklusi merupakan langkah konkret dalam mewujudkan semangat Kartini di wilayah DIY. “Harapannya dapat menginspirasi tidak hanya bagi anggota DWP, tetapi juga generasi muda,” pungkasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan launching buku, penyerahan sertifikat kepada para editor, serta pengukuhan Bunda Inklusi kepada Ketua DWP Kemenag kabupaten/kota se-DIY.

Terkait penguatan inklusi, DWP menghadirkan praktisi inklusi dari MAN 2 Sleman, Suratini. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya mengubah cara pandang terhadap penyandang disabilitas.

“Difabel jangan dikasihani, tetapi keberadaannya harus diakui. Mereka adalah bagian dari masyarakat. Pahami keberadaannya, maka akan menjadi sesuatu yang bernilai,” ungkapnya. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk lebih peka terhadap anak-anak dengan kebutuhan khusus di lingkungan sekitar.

Suratini menambahkan, beberapa madrasah telah mulai menerima peserta didik berkebutuhan khusus, namun masih diperlukan peningkatan layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Pada kesempatan tersebut, Ketua DWP Kemenag DIY juga menyampaikan hasil forum Sosialisasi Rakernas DWP Kementerian Agama RI yang diikuti beberapa waktu lalu. Ia menekankan bahwa perumusan program strategis harus disusun secara terstruktur dan terencana, berorientasi pada keberhasilan, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. (tnf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas