Senin, Agustus 10, 2026
Berita KemenagHeadline

Gebrakan Sleman Religius Dimulai: Sinergi Lintas Sektor Digenjot, Targetkan Literasi Al-Qur’an Siswa Meningkat Signifikan

Kemenag Sleman News, — Komitmen mewujudkan program Sleman Religius mulai menunjukkan langkah konkret. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman menggelar sosialisasi dan rapat koordinasi (rakordasi) lintas sektor sebagai tahap awal implementasi program strategis tersebut di lingkungan sekolah,Senin 20/4/026

Kegiatan perdana ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Kemenag Sleman, Dinas Pendidikan, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman. Sosialisasi dilaksanakan pada di KORWIL Pendidikan Kapanewon Minggir, dengan melibatkan 67 peserta dari berbagai unsur pemangku kepentingan pendidikan dan keagamaan.

Peserta yang hadir meliputi tiga pejabat Korwil (Minggir, Seyegan, dan Gamping), Ketua K3S, Kepala KUA dari tiga kapanewon, para penyuluh agama Islam, kepala sekolah terpilih beserta guru Pendidikan Agama Islam (GPAI), tim religi dari PAIS, serta pengawas PAI.

Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi PAIS) Kemenag Sleman, Dr. Ali Afandi, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh tentang pentingnya peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an sejak dini, khususnya bagi peserta didik beragama Islam. Sementara itu, bagi siswa non-Muslim, pendekatan pembelajaran akan disesuaikan dengan agama masing-masing.

“Peningkatan literasi Al-Qur’an menjadi fondasi penting dalam membangun karakter religius siswa. Ini bukan hanya soal kemampuan membaca, tetapi juga pembentukan nilai dan akhlak,” ujar Ali Afandi.

Ia mengungkapkan, meskipun program pembelajaran Al-Qur’an telah berjalan melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pembiasaan pagi, capaian yang diperoleh masih belum optimal. Berdasarkan data terbaru, hanya sekitar 45% lulusan SD yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai harapan.

“Angka ini cukup memprihatinkan dan berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri,” tambahnya.

Dukungan kuat terhadap program ini datang dari berbagai pihak. Korwil Pendidikan Minggir, Eny Farida, S.Pd., M.Pd., menyatakan kesiapan untuk mengoordinasikan implementasi program dengan kepala sekolah, GPAI, serta guru agama non-Muslim.

Hal senada disampaikan oleh para Kepala KUA yang hadir. Mereka menyatakan komitmennya untuk menugaskan penyuluh agama sebagai mentor dalam program Taman Baca Al-Qur’an (TBQ) di sekolah negeri, bekerja sama dengan GPAI.

Sementara itu, pengawas PAI yang tergabung dalam tim religi akan berperan sebagai penjamin mutu program, memastikan kualitas output pembelajaran dapat terukur dan berkelanjutan.

Program peningkatan kemampuan baca tulis Al-Qur’an (TBQ) ini dirancang lebih sistematis melalui intervensi pada jam pembelajaran intrakurikuler, melengkapi kegiatan yang selama ini sudah berjalan. Sinergi antara Kemenag dan Dinas Pendidikan diharapkan mampu mendorong peningkatan kompetensi siswa secara signifikan.

Program ini direncanakan menjangkau seluruh kapanewon di Kabupaten Sleman dan ditargetkan mulai diterapkan pada awal semester tahun ajaran 2026/2027. Evaluasi program akan dilakukan secara berkala melalui asesmen yang disusun oleh tim penjamin mutu TBQ tingkat kabupaten.

Dengan kolaborasi lintas sektor yang semakin solid, Sleman optimistis dapat mewujudkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai religius. (Heni W)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas