Kamis, Juni 4, 2026
Berita KemenagHeadline

Kemenag Sleman Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Program Sleman Religi di Sekolah Kian Masif

Kemenag Sleman News — Komitmen menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak terus ditegaskan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman melalui penguatan implementasi program Sleman Religi di lingkungan pendidikan. Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) bergerak cepat menggelar Sosialisasi dan Koordinasi Program Sleman Religi di Sekolah, di Aula Lantai 3 Kankemenag Sleman, Senin (27/4/2026),

Kegiatan ini menyasar tiga kapanewon, yakni Sleman, Mlati, dan Ngaglik, dengan menghadirkan sekitar 90 peserta yang terdiri dari Korwil, Kepala KUA, K3S, penyuluh agama, serta Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI). Kolaborasi lintas sektor ini menjadi wujud nyata semangat Asta Protas Kemenag RI, khususnya dalam penguatan moderasi beragama, peningkatan kualitas layanan keagamaan, dan penguatan ekosistem pendidikan keagamaan yang inklusif dan berdampak.

Tim Religi, Ibnu Karyadi, dalam paparannya menegaskan bahwa keberhasilan program Sleman Religi sangat ditentukan oleh dukungan seluruh pemangku kepentingan. Ia berharap program ini mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah yang menghadirkan layanan unggulan berbasis Taman Baca Al-Qur’an (TBQ).

Dukungan serupa disampaikan Korwil Mlati dan Kepala KUA Mlati, Nur Suharyanto. dan H. Mujrendi. Keduanya menegaskan kesiapan jajaran di wilayah untuk menguatkan implementasi program, termasuk menjadikan sekolah sebagai salah satu kelompok binaan (pokbin) penyuluh agama.

Kepala Kantor Kemenag Sleman H. Nadhif menegaskan bahwa sinergi lintas sektor merupakan kunci sukses program keagamaan yang berkelanjutan. “Sleman Religi bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama. Kemenag Sleman berkomitmen penuh menggandeng organisasi keagamaan dan masyarakat untuk menghadirkan layanan pendidikan keagamaan yang berdampak dan berkelanjutan,” tegasnya.

Penguatan program juga disampaikan oleh H. Nadhif, yang menempatkan TBQ sebagai program unggulan PAIS. Program ini selaras dengan inisiatif lain seperti masjid ramah Gen Z, program tahfidz berhikmat, serta penguatan ekoteologi sebagai upaya menanamkan kesadaran lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan.

Sementara itu, Kepala Seksi PAIS, Ali Afandi, menegaskan optimisme terhadap implementasi program di sekolah. “Langkah nyata sudah kita siapkan, dari penguatan jejaring hingga pendampingan di sekolah. Kami optimis program TBQ akan melahirkan generasi Qurani yang unggul dan berkarakter,” ungkapnya.

Program TBQ sebagai bagian dari Sleman Religi juga terus diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi keagamaan seperti BADKO TPQ, DMI, BKRM, dan BAZNAS. Sinergi ini menjadi bukti bahwa Kemenag Sleman tidak berjalan sendiri, melainkan bersama masyarakat dalam mewujudkan Sleman Religi yang semakin berdampak. (isa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas