Senin, Juni 1, 2026
Berita KemenagHeadline

Dukungan JATMAN Perkokoh Sleman Religi Lewat Pesantren Mengabdi

Kemenag Sleman News — Dukungan terhadap program Sleman Religi terus menguat melalui sinergi berbagai elemen masyarakat, termasuk Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) Kabupaten Sleman.

Hal ini mengemuka dalam diskusi ringan yang diinisiasi Seksi PD Pontren bersama para kiai perwakilan kapanewon sebagai ruang penguatan segmen Pesantren Mengabdi, di Pendopo Kopi Santri Turi, Rabu (29/4/2026).

Mengawali arahannya, Kepala Kantor Kemenag Sleman, H. Nadhif, menegaskan pentingnya memulai perubahan dari langkah yang realistis dan berkelanjutan. Ia mengutip ungkapan, “Ma la yudroku kulluhu, la yutroku kulluhu,” yang bermakna bahwa sesuatu yang belum bisa dilakukan secara sempurna tidak boleh ditinggalkan sepenuhnya.

“Program Sleman Religi lahir dari kegelisahan atas menurunnya pengamalan nilai agama. Maka, kita mulai dari yang bisa kita lakukan,” ujarnya.

Nadhif menyoroti sejumlah tantangan, seperti berkurangnya keterlibatan generasi muda di masjid serta perlunya penguatan pendidikan keagamaan yang berdampak sosial.

“Dulu masjid sederhana tapi ramai, kini fisik megah namun generasi muda mulai menjauh. Ini yang harus kita jawab bersama,” imbuhnya.

Ia menegaskan, keberhasilan Sleman Religi sangat bergantung pada kolaborasi lintas pihak. “Program ini tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi dengan DMI, forum rois, dan berbagai elemen sudah kita mulai, dengan langkah bertahap melalui model piloting,” tegasnya.

Kasi PD Pontren, H. Achmad Fauzi, turut mengajak para kiai untuk berperan aktif menyosialisasikan Sleman Religi kepada masyarakat, sekaligus memperkenalkan inisiatif Majelis Amaliyah Digital.

Dukungan serupa disampaikan perwakilan pengurus JATMAN Sleman, M. Labib. Ia menilai Sleman Religi sebagai ruang kolaborasi yang strategis.

“Kami siap bersinergi menghadirkan keberagamaan yang hidup dan membumi,” ujarnya.

Diskusi berlangsung dinamis dengan masukan konstruktif, meliputi pentingnya masjid ramah generasi Z, penguatan kolaborasi ulama–umara dalam menghidupkan majelis taklim, serta dorongan legalitas kelembagaan agar gerakan keagamaan lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi ini, Sleman Religi diharapkan menjadi gerakan bersama yang menghadirkan layanan keagamaan inklusif dan berdampak, sejalan dengan nilai Asta Protas Kementerian Agama. (isa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas