Senin, Juni 8, 2026
Berita KemenagHeadline

Kemenag Sleman Matangkan Persiapan Akhir Penilaian Zona Integritas

Kemenag Sleman News — Menjelang pelaksanaan penilaian Zona Integritas (ZI), Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman terus mematangkan berbagai persiapan akhir guna memastikan seluruh komponen penilaian terpenuhi secara optimal. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (4/5/2026) di Aula lantai III kantor setempat, menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Persiapan akhir dilakukan melalui rapat koordinasi yang melibatkan seluruh tim kerja ZI, mulai dari koordinator area hingga anggota tim pendukung. Dalam rapat tersebut dibahas kesiapan akhir penilaian ZI pada enam area perubahan, yaitu manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kepala Kantor Kemenag Sleman Nadhif didampingi Kasubbag TU Sangaji menegaskan bahwa penilaian ZI bukan sekadar ajang evaluasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya kerja yang profesional, transparan, dan akuntabel.

“Seluruh tim diharapkan memastikan kelengkapan dokumen, konsistensi data dukung, serta kesiapan dalam menghadapi wawancara maupun verifikasi lapangan,” ujarnya.

Selain itu, dilakukan pula simulasi penilaian guna mengasah kesiapan tim dalam mempresentasikan capaian pembangunan ZI di hadapan tim penilai. Setiap unit kerja diminta untuk memahami peran dan kontribusinya dalam mendukung terwujudnya zona integritas.

Tidak hanya fokus pada administrasi, pembenahan sarana dan prasarana layanan publik juga menjadi perhatian. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesan yang baik sekaligus menunjukkan komitmen nyata dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Dengan persiapan yang matang, Kemenag Sleman optimis dapat meraih hasil terbaik dalam penilaian ZI tahun ini. Diharapkan, upaya ini tidak hanya berorientasi pada predikat semata, tetapi juga berdampak nyata dalam peningkatan kualitas layanan dan kepercayaan publik terhadap institusi. (tnf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas