Selasa, Juni 2, 2026
Berita KemenagHeadline

Podcast RUBIK Bahas Zona Integritas sebagai Budaya Kerja ASN

Kemenag Sleman News – Zona Integritas tidak hanya sekadar penilaian administratif, namun merupakan komitmen bersama untuk membangun sistem kerja yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Untuk membahas lebih lanjut terkait hal tersebut, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman memfasilitasi melalui Podcast RUBIK (Ruang Bicara Kita) dalam program Kakan Kemenag Menyapa pada Rabu (7/5/2026) secara virtual melalui Zoom Meeting.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.Si., hadir sebagai narasumber dengan mengusung tema “Zona Integritas: Bukan Sekadar Penilaian Administratif, Tapi Budaya Kerja ASN.” Dalam kesempatan tersebut, Kakan menekankan pentingnya membangun integritas ASN demi terwujudnya Zona Integritas di masing-masing wilayah kerja.

Menurutnya, peningkatan integritas akan mengubah budaya kerja yang sebelumnya hanya bersifat administratif menjadi budaya kerja yang berkinerja dan berdampak pada layanan prima kepada masyarakat.

“Sebagai ASN harus menjunjung tinggi kejujuran, kedisiplinan, konsistensi, dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas serta memegang teguh nilai-nilai moral. Jika hal ini sudah dimiliki masing-masing ASN, artinya sudah berintegritas,” paparnya.

Dalam podcast tersebut, Kakan juga menyinggung terkait pengendalian gratifikasi. Ia menjelaskan terdapat dua langkah pengendalian gratifikasi di lingkungan Kemenag Sleman. Pertama melalui program Mas Santri (Masyarakat Sadar Anti Gratifikasi). Masyarakat penerima layanan diminta mengisi formulir Anti Gratifikasi, sedangkan untuk kelompok masyarakat dilakukan melalui Deklarasi Anti Gratifikasi dan Pungli.

Melalui sosialisasi ini diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa seluruh layanan di Kementerian Agama tidak diperbolehkan adanya gratifikasi maupun pungutan liar.

Langkah kedua dilakukan melalui program Sapa Spontan. Program ini menjadi upaya untuk memotivasi unit kerja maupun satuan kerja yang mendapatkan kunjungan Kepala Kantor.

“Tujuan Sapa Spontan selain sebagai media silaturahmi dan pembinaan ASN juga untuk memberikan reward dan punishment,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kakan menekankan bahwa pembangunan Zona Integritas juga memerlukan inovasi yang berdampak. Saat ini Kemenag Sleman memiliki dua inovasi unggulan, yakni CAPING (Calon Pengantin Peduli Lingkungan) dengan branding ramah lingkungan serta PERMATA (Pelayanan Ramah Masyarakat Rentan) sebagai bentuk layanan ramah kelompok rentan.

Ia berharap inovasi yang dijalankan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu menghasilkan outcome yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (tnf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas