Selasa, Juli 28, 2026
Berita KemenagHeadline

Kemenag Sleman Matangkan Persiapan, Survei Lapangan oleh Tim Penilai ZI

Kemenag Sleman News – Kementerian Agama Kabupaten Sleman menggelar Rapat Koordinasi bersama Tim Zona Integritas (ZI) dan jajaran pimpinan bawah atap, satuan kerja madrasah, serta unit kerja KUA se-Kabupaten Sleman menjelang penilaian tahap survei lapangan oleh Tim Penilai Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI. Kegiatan yang diikuti sekitar 72 peserta tersebut berlangsung pada Jumat (8/5/2026) malam melalui ruang virtual Zoom Meeting.

Dalam arahannya, Kepala Kantor Kemenag Sleman, Nadhif menegaskan pentingnya kesiapan seluruh jajaran, khususnya Kemenag Sleman dan tiga satuan kerja yang menjadi lokus penilaian, yakni MTsN 3 Sleman, MAN 2 Sleman, dan MAN 3 Sleman.

β€œHal yang perlu disiapkan yakni eviden sesuai LKE dan sarana prasarana yang mendukung program inovasi layanan,” tegas Nadhif.

Ia juga meminta seluruh unit kerja untuk memaksimalkan persiapan dalam dua hari menjelang pelaksanaan penilaian lapangan.

β€œSilakan mengkondisikan kantor dalam dua hari ini, Sabtu dan Minggu supaya lebih support terhadap program ZI dengan mempersiapkan diri karena penilaian akan dilaksanakan pada Senin mendatang,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nadhif turut menekankan penguatan branding pelayanan Kemenag Sleman melalui dua program unggulan, yakni CAPING (Calon Pengantin Peduli Lingkungan) sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan serta PERMATA (Pelayanan Ramah Masyarakat Rentan) yang berfokus pada pelayanan inklusif bagi kelompok rentan.

Selain itu, pengendalian gratifikasi juga menjadi perhatian utama. Menurutnya, upaya pencegahan dilakukan melalui program Sapa Spontan dan Mas SAnTri (Masyarakat Sadar Anti Gratifikasi).

β€œMelalui Sapa Spontan atau istilah lain sidak, pimpinan datang ke satker dengan tujuan silaturahmi, pembinaan, serta pemberian reward maupun punishment,” jelasnya.

Sementara program Mas SAnTri diharapkan mampu membangun kesadaran anti gratifikasi tidak hanya di kalangan ASN, tetapi juga masyarakat penerima layanan.

Di akhir arahannya, Kakan memohon dukungan seluruh pihak agar Kemenag Sleman bersama tiga satuan kerja yang diusulkan dapat melaju ke tahap berikutnya hingga berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

β™Ώ Aksesibilitas