MAN 3 Sleman Gelar ARAFAH: Manasik Cerdas, Iman Berkualitas, Akhlak Berkelas

Kemenag Sleman News (MAN 3 Sleman) – MAN 3 Sleman menyelenggarakan kegiatan manasik haji bertajuk ARAFAH (Aksi–Refleksi–Akhlak & Fiqih Amalan Haji) pada Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Manasik Cerdas, Iman Berkualitas, Akhlak Berkelas” sebagai upaya membentuk pemahaman ibadah sekaligus karakter peserta didik yang religius.
Kegiatan diikuti oleh seluruh siswa kelas X serta siswa kelas XI program LBCI, didampingi oleh Bapak/Ibu Pendamping Akademik dan panitia manasik haji. Secara keseluruhan, kegiatan ini melibatkan 294 peserta didik yang terdiri dari 104 siswa laki-laki dan 190 siswa perempuan.
Manasik haji ini dilaksanakan di Wisata Edukasi Religi Qolbu, Boyolali, mulai pukul 06.00 hingga 15.00 WIB. Sebelum praktik lapangan, peserta didik telah mendapatkan pembekalan materi fiqih haji melalui kegiatan pembelajaran di kelas serta penguatan materi di Masjid Muntasyirul Ulum.
Kegiatan ARAFAH dirancang tidak hanya sebagai simulasi praktik ibadah haji, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran yang menekankan keseimbangan antara aspek pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan akhlak. Melalui rangkaian kegiatan ini, siswa diajak memahami makna spiritual di balik setiap rangkaian ibadah haji, seperti nilai kesabaran, kedisiplinan, keikhlasan, serta kepedulian terhadap sesama.
Dalam praktik manasik, peserta didik menjalani seluruh rangkaian ibadah haji, mulai dari ihram, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melontar jumrah, hingga thawaf dan sa’i. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme, mencerminkan kesiapan siswa dalam memahami sekaligus mengamalkan materi yang telah dipelajari.

Kepala MAN 3 Sleman, Singgih Sampurno, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa manasik haji merupakan bagian penting dalam pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman.
“Melalui kegiatan ARAFAH ini, kami berharap siswa tidak hanya memahami tata cara ibadah haji secara teori, tetapi juga mampu menghayati nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Sementara itu, ketua panitia, ST Darojah, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang secara terstruktur agar memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.
“Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada praktik, tetapi juga pada refleksi dan pembentukan akhlak. Harapannya, siswa tidak hanya cerdas secara pengetahuan, tetapi juga memiliki iman yang kuat dan akhlak yang baik,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik mampu memahami rukun dan wajib haji, mempraktikkan manasik dengan benar, serta menunjukkan perilaku akhlakul karimah selama kegiatan berlangsung. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran spiritual dan kedisiplinan siswa dalam menjalankan ibadah. (its)
