Selasa, Juli 28, 2026
Berita KemenagHeadline

Audiensi LP Sosial dan Dakwah Al Kautsar, Kankemenag Sleman Dukung Penguatan Ketahanan Digital Guru

Kemenag Sleman News — Ketua Lembaga Pendidikan Sosial dan Dakwah Yayasan Al Kautsar Jogja, Tri Harjanto, S.H., bersama jajaran melakukan audiensi dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., pada Senin (18/05/2026) siang. Kegiatan berlangsung di ruang Kepala Kankemenag Sleman dalam suasana hangat dan penuh sinergi.

Audiensi tersebut bertujuan untuk memohon dukungan dalam penyelenggaraan kegiatan Workshop Penguatan Ketahanan Digital dan Emosional bagi Pendidik, yang dirancang untuk memperkuat peran guru dalam menghadapi tantangan sosial digital yang semakin kompleks.

Workshop ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026 di Auditorium Yayasan Al Kautsar Jogja, dengan peserta guru SD/MI Korwil Mlati serta guru SMP/MTs se-Kabupaten Sleman.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kankemenag Sleman, H. Nadhif, didampingi Plt. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Hj. Tri Wahyuni, menyampaikan apresiasi atas inisiatif kegiatan tersebut, terlebih dalam rangka menyambut Milad ke-19 Yayasan Al Kautsar.

Ia menegaskan bahwa keberlangsungan madrasah saat ini penuh dengan dinamika, sehingga diperlukan langkah strategis dan berkelanjutan dalam penguatan kualitas pendidikan.

“Madrasah hendaknya selalu melakukan refleksi existing progress, yakni proses meninjau ulang pencapaian yang telah diraih, mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi, serta mengevaluasi apa yang sudah berjalan dengan baik dan apa yang perlu diperbaiki,” ungkapnya.

Menurutnya, refleksi tersebut menjadi kunci agar madrasah mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk dalam menghadapi tantangan dunia digital yang terus berkembang.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas guru, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam ketahanan digital dan emosional sebagai fondasi dalam membentuk generasi yang tangguh dan berkarakter.

Melalui kegiatan ini diharapkan para pendidik mampu menjadi agen perubahan yang adaptif, bijak dalam bermedia digital, serta mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan inspiratif. (dpj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas