Selasa, Juni 2, 2026
Berita KemenagInformasi Penting

JATMAN Sleman dan Kemenag Sleman Perkuat Sinergi Wujudkan Program Sleman Religi

Kemenag Sleman News — Pengurus Idarah Syu’biyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) Sleman melakukan kunjungan silaturahmi dan koordinasi ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Senin (18/5/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum penguatan sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah dalam mendukung terwujudnya program Sleman Religi.

Rombongan pengurus JATMAN Sleman diterima langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam), H. Achmad Fauzi, S.Ag., M.S.I., serta staf Bimas Islam, Sri Hermayanti, di ruang pertemuan Kantor Kemenag Sleman.

Kunjungan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut komunikasi dan penjajakan kerja sama yang sebelumnya telah dibahas dalam forum pertemuan antara JATMAN dan Kemenag Sleman. Fokus pembahasan diarahkan pada peluang kolaborasi konkret dalam mendukung pembangunan kehidupan keagamaan masyarakat serta penguatan nilai-nilai religius di Kabupaten Sleman.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, menegaskan bahwa program Sleman Religi bukan semata-mata menjadi tanggung jawab Kementerian Agama, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan keagamaan.

“Sleman Religi itu milik bersama, bukan hanya milik Kementerian Agama. Karena itu, apa yang bisa dilakukan oleh ormas dan kelembagaan untuk mewujudkan program ini sangat kami harapkan, termasuk kontribusi JATMAN Sleman untuk ikut mengambil peran nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.

Nadhif juga menekankan pentingnya keterlibatan tokoh agama, ulama, kiai, dan ustaz dalam memperkuat pembangunan karakter religius masyarakat. Menurutnya, para pengurus JATMAN merupakan tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh serta kapasitas untuk menghadirkan penguatan nilai keagamaan di masyarakat.

“Para ulama, kiai, dan ustaz kami harapkan hadir dan mengambil peran. Pengurus JATMAN adalah para tokoh, sehingga kiprahnya sangat ditunggu di tengah masyarakat. Kontribusi mereka sangat diharapkan untuk mewujudkan Sleman yang religius,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Nadhif menyampaikan bahwa Kementerian Agama Kabupaten Sleman membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai institusi, lembaga, maupun organisasi kemasyarakatan yang memiliki legalitas kelembagaan. Kolaborasi tersebut akan dibangun melalui mekanisme kerja sama resmi yang saling menguntungkan atau berprinsip simbiosis mutualisme.

“Kami akan menggandeng berbagai institusi, lembaga, maupun organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum untuk menjalin nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) sebagai legalitas kerja sama yang dapat dilakukan. Prinsipnya adalah simbiosis mutualisme, termasuk peluang kerja sama bersama JATMAN,” jelasnya.

Melalui forum tersebut, Kepala Kantor Kemenag Sleman juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas inisiatif silaturahmi yang dilakukan pengurus JATMAN Sleman. Ia berharap komunikasi yang telah terjalin dapat ditindaklanjuti melalui program-program kolaboratif yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Kedua belah pihak sepakat bahwa penguatan kehidupan beragama tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan kolaborasi multipihak antara pemerintah, tokoh agama, organisasi masyarakat, dan komunitas keagamaan agar cita-cita mewujudkan Sleman Religi dapat berjalan secara berkelanjutan. (Aji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas