MTsN 4 Sleman Raih Prestasi Nasional dalam Festival Literasi Nasional 2026

Kemenag Sleman News (MTsN 4 Sleman) – MTsN 4 Sleman kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional melalui keikutsertaan dalam Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) Nasional bersama Nyalanesia. Sebanyak 100 peserta dari MTsN 4 Sleman mengikuti rangkaian kegiatan Festival Literasi Nasional (FLN) 2026 yang mencapai puncaknya pada Sabtu (23/5/2026) di Surakarta. Kegiatan tersebut mengusung tema “Bergerak, Terbitkan Dampak” sebagai semangat membangun budaya literasi yang berkelanjutan dan berdampak luas.
Dalam ajang nasional tersebut, MTsN 4 Sleman berhasil meraih sejumlah capaian membanggakan. Madrasah ini ditetapkan sebagai Madrasah Percontohan Literasi Nasional sekaligus masuk dalam nominasi penulis 10 besar Madrasah Dedikasi Literasi Nasional. Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata komitmen MTsN 4 Sleman dalam mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berkarya di lingkungan madrasah.
Kepala MTsN 4 Sleman, Harsoyo, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut. Harsoyo menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh warga madrasah dalam membangun ekosistem literasi yang aktif dan produktif. “Kami terus mendorong siswa dan guru untuk menjadikan literasi sebagai budaya belajar sehari-hari. Prestasi ini menjadi motivasi agar MTsN 4 Sleman semakin berkembang dan mampu memberi dampak positif bagi dunia pendidikan,” ungkapnya.

Harsoyo juga menambahkan bahwa gerakan literasi di madrasah tidak hanya berfokus pada kemampuan menulis, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Menurutnya, literasi menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang. “Literasi bukan sekadar membaca buku, tetapi bagaimana siswa mampu menuangkan gagasan, berani berkarya, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Penggerak literasi MTsN 4 Sleman, Rita Tiaswari, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari semangat siswa yang konsisten mengikuti berbagai program literasi madrasah. Rita mengaku bangga melihat antusiasme peserta dalam mengikuti GSMB Nasional bersama Nyalanesia. “Anak-anak sangat antusias mengikuti proses menulis dan penerbitan karya. Mereka belajar bahwa tulisan dapat menjadi sarana menyampaikan inspirasi dan membawa perubahan,” tuturnya.
Acara puncak FLN 2026 juga dilengkapi dengan sesi NyalaTalks yang menghadirkan para pembicara nasional. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan wawasan seputar penguatan literasi, inovasi pendidikan, serta strategi membangun gerakan yang berdampak luas di lingkungan sekolah dan masyarakat. Kegiatan berlangsung meriah dan inspiratif dengan melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. (epr)
