Ketua DWP Kemenag Sleman Demonstrasikan Seni Lukis pada Media Galon Bekas di MTsN 9 Sleman
Kemenag Sleman News (MTsN 9 Sleman) – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Sleman menunjukkan kreativitas dan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan mendemonstrasikan seni lukis pada media galon bekas dalam kegiatan Turun Bawah (Turba) DWP Kemenag Sleman di MTsN 9 Sleman, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu sesi yang menarik perhatian para peserta. Dengan memanfaatkan galon bekas yang sudah tidak digunakan, Ketua DWP Kemenag Sleman memperlihatkan bagaimana barang bekas dapat disulap menjadi karya seni yang indah dan bernilai guna.
Pada kesempatan itu, galon bekas dihias dengan berbagai gambar menarik, seperti jerapah,kupu-kupu, dan bunga berwarna-warni. Melalui goresan kuas yang kreatif, galon bekas yang semula tampak sederhana berubah menjadi media dekoratif yang estetik dan ramah lingkungan.
Ketua DWP Kemenag Sleman, Ultafiyah Nadzif, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mengembangkan kreativitas, tetapi juga mengedukasi peserta tentang pentingnya mengelola limbah melalui konsep daur ulang. Menurutnya, barang bekas yang sering dianggap tidak bernilai masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang menarik dan bermanfaat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh anggota untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan memanfaatkan barang bekas menjadi karya yang memiliki nilai seni dan nilai guna,” ujarnya.
Para peserta tampak antusias menyaksikan proses pembuatan lukisan pada galon bekas. Beberapa peserta bahkan turut mencoba memberikan sentuhan warna dan motif pada media yang telah disiapkan. Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.
Kegiatan seni lukis ini sejalan dengan komitmen MTsN 9 Sleman dalam menanamkan budaya peduli lingkungan kepada seluruh warga madrasah. Sebagai madrasah peraih Adiwiyata Nasional, MTsN 9 Sleman terus mendorong berbagai inovasi pemanfaatan barang bekas sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan. (Ik)

