Sapa Spontan Kakankemenag Sleman, Bekali Catin Jadi Pelopor Keluarga Berkualitas dan Peduli Lingkungan

Kemenag Sleman News— Suasana Bimbingan Perkawinan (Binwin) di KUA Ngemplak tampak berbeda pada Senin (6/7/2026).
Sebanyak 12 pasang calon pengantin mendapat kejutan sekaligus motivasi dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, yang hadir melalui kegiatan Sapa Spontan.
Kehadiran Kakankemenag menjadi wujud nyata komitmen Kementerian Agama dalam menguatkan pembinaan calon pengantin sebagai fondasi lahirnya keluarga berkualitas.Kedatangan H. Nadhif disambut hangat oleh Kepala KUA Ngemplak, Banudi, beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Banudi menyampaikan apresiasi atas perhatian Kakankemenag kepada KUA Ngemplak dan para peserta Binwin.
“Suatu kehormatan bagi kami menerima kunjungan Bapak Kepala Kantor. Kehadiran beliau menjadi penyemangat bagi jajaran KUA sekaligus memberikan motivasi langsung kepada calon pengantin. Kami siap melaksanakan seluruh arahan sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat,” ungkap Banudi.
Mengawali arahannya, H. Nadhif menegaskan bahwa Bimbingan Perkawinan bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi menuju pernikahan, melainkan investasi penting dalam membangun keluarga yang tangguh, harmonis, dan penuh keberkahan. Menurutnya, penguatan kualitas keluarga menjadi salah satu ikhtiar nyata untuk menekan tingginya angka perceraian sekaligus mencegah terjadinya pernikahan usia dini.
”Hari ini bukan sekadar mengikuti Binwin, tetapi sedang menyiapkan bekal kehidupan. Keluarga yang kuat lahir dari pasangan yang memiliki kesiapan, komitmen, dan tanggung jawab. Karena itu manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” pesannya di hadapan para calon pengantin.
Ia mengajak seluruh peserta menjadi pelopor keluarga berkualitas yang mampu menghadirkan keteladanan di tengah masyarakat.
“Bapak dan Ibu semua adalah calon ayah dan ibu masa depan. Jadilah pelopor keluarga berkualitas yang mampu menghadirkan ketahanan keluarga serta berkontribusi mencegah berbagai persoalan perkawinan yang sering terjadi di masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, H. Nadhif juga memperkenalkan inovasi CAPING (Calon Pengantin Peduli Lingkungan), sebuah program kolaboratif Kementerian Agama Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kabupaten Sleman sebagai bentuk penguatan pembinaan calon pengantin yang tidak hanya berorientasi pada ketahanan keluarga, tetapi juga kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Menurutnya, membangun keluarga yang baik harus berjalan seiring dengan membangun kepedulian terhadap alam. Nilai-nilai keagamaan yang dianut setiap keluarga perlu diwujudkan melalui aksi nyata dalam menjaga lingkungan sebagai bagian dari ibadah.
Implementasi Program CAPING diwujudkan melalui berbagai aksi sederhana namun berdampak, seperti menanam bibit pohon, menebar benih ikan, hingga melepas burung ke habitatnya.
Melalui gerakan tersebut, calon pengantin diharapkan memiliki kesadaran bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi mewariskan bumi yang lebih baik kepada generasi mendatang.
”Kepedulian terhadap lingkungan adalah bagian dari ibadah. Kami ingin setiap pasangan pengantin memiliki kesadaran bahwa membangun keluarga juga berarti ikut menjaga bumi agar tetap aman, bersih, nyaman, dan lestari,” jelas H. Nadhif.
Di akhir arahannya, Kakankemenag turut mengajak seluruh peserta mendukung pembangunan Zona Integritas yang tengah diwujudkan di lingkungan Kementerian Agama, termasuk pada layanan pernikahan di KUA. Ia menegaskan bahwa layanan publik yang bersih hanya dapat terwujud melalui komitmen bersama antara penyelenggara layanan dan masyarakat.
“Mari kita bangun budaya antigratifikasi. Dalam setiap proses pelayanan pernikahan tidak perlu memberikan gratifikasi dalam bentuk apa pun. Berikan kepercayaan kepada petugas untuk melayani secara profesional, jujur, transparan, dan akuntabel,” tandasnya.
Melalui kegiatan Sapa Spontan ini, Kementerian Agama Kabupaten Sleman kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat. Tidak hanya memastikan kualitas layanan publik, tetapi juga menyiapkan calon pengantin menjadi generasi pelopor keluarga sakinah, peduli lingkungan, serta berintegritas sebagai pondasi terwujudnya masyarakat Sleman yang harmonis dan berkelanjutan. (Isa)
