Kakankemenag Sleman Teguhkan Integritas ASN Madrasah Lewat IHT MAN 2 Sleman

Kemenag Sleman News — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, menegaskan bahwa peningkatan mutu madrasah harus diawali dari integritas dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN). Penegasan tersebut disampaikan saat membuka In House Training (IHT) bertema Profesionalisme Kerja dan Layanan Pendidikan Inklusi di Aula Lantai 2 MAN 2 Sleman, Kamis (9/7/2026).
Kehadiran Kakankemenag Sleman menjadi bukti komitmen Kementerian Agama dalam mengawal peningkatan kualitas pendidikan madrasah. Melalui pembinaan ini, Kemenag mendorong peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan sekaligus memastikan berbagai program prioritas dapat diimplementasikan hingga ke tingkat satuan pendidikan.
Dalam arahannya, H. Nadhif mengapresiasi upaya MAN 2 Sleman yang terus meningkatkan mutu layanan pendidikan. Menurutnya, madrasah unggul tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari budaya kerja ASN yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan.
“Madrasah yang hebat lahir dari ASN yang berintegritas. Zona Integritas bukan sekadar memenuhi penilaian, tetapi menjadi budaya kerja yang tumbuh dari kesadaran, tanggung jawab, dan komitmen melayani,” tegas Nadhif.
Ia menambahkan, nilai Integritas dalam Asta Protas Kementerian Agama harus tercermin dalam kebiasaan sehari-hari, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, merawat sarana prasarana, hingga disiplin bekerja. Menurutnya, setiap sudut madrasah mencerminkan kualitas ASN yang mengelolanya.
Selain itu, Nadhif mengajak seluruh ASN madrasah mendukung program prioritas Kementerian Agama, termasuk implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Menurutnya, KBC harus menjadi budaya madrasah untuk membentuk generasi yang cerdas, berakhlakul karimah, menjunjung moderasi beragama, anti kekerasan serta menghargai keberagaman.
Ia juga mengaitkan KBC dengan penguatan Ekoteologi melalui berbagai program Kemenag Sleman, seperti CAPING (Calon Pengantin Peduli Lingkungan). Di sisi lain, program Sapa Spontan terus diperkuat sebagai pola pembinaan yang humanis agar budaya integritas tumbuh dari kesadaran, bukan semata karena pengawasan.
Tak hanya itu, Kakankemenag Sleman mengajak madrasah turut menyukseskan Program Sleman Religi, khususnya gerakan Tahfidz Berkhidmat. Menurutnya, tingginya kepercayaan masyarakat kepada madrasah merupakan amanah yang harus dijaga dengan meningkatkan profesionalisme, kualitas layanan, serta mencetak lulusan yang berprestasi, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala MAN 2 Sleman, Wiranto Prasetyahadi, menjelaskan bahwa IHT merupakan tindak lanjut Workshop Pembelajaran Mendalam Insersi Kurikulum Berbasis Cinta yang telah dilaksanakan sebelumnya. Fokus kegiatan kali ini adalah memperkuat implementasi pembelajaran dan layanan pendidikan yang profesional serta inklusif.
“Kami berharap IHT ini semakin meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan sehingga mampu menghadirkan layanan pendidikan yang profesional, inklusif, dan berdampak pada peningkatan prestasi peserta didik,” ujar Wiranto.
Melalui IHT ini, MAN 2 Sleman tidak hanya memperkuat kompetensi SDM, tetapi juga meneguhkan komitmen seluruh ASN untuk mengimplementasikan nilai Integritas, Profesionalitas, dan Tanggung Jawab sesuai Asta Protas Kementerian Agama RI (isa)
