Jumat, Agustus 14, 2026
Berita Madrasah

MTsN 8 Sleman Gelar Workshop Batik, Pameran Karya Murid Temu Pendidik Nusantara XIII

Kankemenag Sleman News  (MTsN 8 Slm)- MTsN 8 Sleman turut ambil bagian dalam Pameran Karya Murid pada ajang Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Kabupaten Sleman yang diselenggarakan pada Minggu (19/07/2026) di SMP Negeri 1 Sleman. Melalui Mini Workshop BACEFLY (Batik Cap Eco Friendly), madrasah menghadirkan pengalaman belajar interaktif yang memadukan pelestarian budaya, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Booth MTsN 8 Sleman menjadi salah satu stand yang ramai dikunjungi peserta TPN. Para pengunjung diajak mengikuti mini workshop dengan membuat totebag batik cap dan mewarnai motif batik menggunakan teknik colet. Kegiatan berlangsung secara langsung sehingga setiap peserta dapat merasakan pengalaman membatik dengan didampingi guru dan siswa MTsN 8 Sleman.

Workshop dipandu oleh Guru Batik MTsN 8 Sleman, Rochmad Rapih Raharjo, S.Pd., dan Anita Dwi Astuti, S.Pd., bersama dua siswa, Bastian Pramudya Winardi (9C) dan Selvi Septiani (9B), yang berperan sebagai fasilitator muda. Keduanya dengan percaya diri membantu peserta mengenal proses membatik cap, mulai dari pencapan motif hingga pewarnaan menggunakan teknik colet.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Guru, kepala sekolah, serta para pendidik dari berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Sleman silih berganti mengunjungi stand MTsN 8 Sleman untuk mencoba membatik sekaligus berdiskusi mengenai proses pembelajaran batik di madrasah.

Booth MTsN 8 Sleman juga mendapat kunjungan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, S.Sos., M.M. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan apresiasi terhadap inovasi pembelajaran yang ditampilkan. Menurutnya, mini workshop BACEFLY merupakan contoh pembelajaran yang mampu mengembangkan kreativitas peserta didik sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal.

Guru Batik MTsN 8 Sleman, Anita Dwi Astuti, S.Pd., menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam Pameran Karya Murid menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi pembelajaran batik yang telah dikembangkan di MTsN 8 Sleman. “Melalui BACEFLY, kami ingin menunjukkan bahwa membatik dapat dipelajari dengan cara yang menyenangkan, ramah lingkungan, dan melibatkan siswa secara aktif. Kami juga bangga karena siswa mampu menjadi fasilitator dan berbagi pengalaman kepada para pengunjung,” ujarnya.

Sementara itu, Rochmad Rapih Raharjo, S.Pd., menambahkan bahwa keterlibatan siswa dalam workshop merupakan bagian dari pembelajaran berbasis praktik yang mendorong tumbuhnya keterampilan dan rasa percaya diri. “Pameran ini bukan hanya tentang memamerkan hasil karya, tetapi juga menunjukkan proses belajar yang dilakukan siswa. Ketika mereka mampu mendampingi peserta lain membatik, berarti mereka telah memahami sekaligus mampu mengomunikasikan ilmu yang dimiliki,” tuturnya.

Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., mengapresiasi partisipasi guru dan siswa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Pameran Karya Murid menjadi media yang efektif untuk memperkenalkan berbagai inovasi pembelajaran madrasah kepada masyarakat luas. “Kami ingin MTsN 8 Sleman tidak hanya dikenal melalui prestasi akademik, tetapi juga melalui inovasi pembelajaran yang memberikan ruang bagi siswa untuk berkarya, berkolaborasi, dan melestarikan budaya bangsa. Partisipasi dalam Pameran Karya Murid ini menjadi bukti komitmen tersebut,” ungkapnya.

Keikutsertaan MTsN 8 Sleman dalam Pameran Karya Murid Temu Pendidik Nusantara XIII menunjukkan komitmen madrasah dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Melalui Mini Workshop BACEFLY, MTsN 8 Sleman berhasil memperkenalkan batik sebagai warisan budaya sekaligus media pembelajaran kreatif yang mendapat apresiasi luas dari para pengunjung. (idw/dpj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas