Guru Al-Qur’an dari Tiga Provinsi Ikuti Diklat Tilawati di Kemenag Sleman

Kemenag Sleman News — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap Diklat Standarisasi Guru Al-Qur’an Metode Tilawati Level 1 Angkatan LXX yang diselenggarakan Tilawati Cabang DIY di Ruang Pertemuan Lantai 3 Kankemenag Sleman, Sabtu–Ahad (25–26/7/2026).
Sebanyak 50 guru Al-Qur’an dari berbagai daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, seperti Yogyakarta, Solo, Magetan, dan Kediri, mengikuti pelatihan ini. Kehadiran peserta lintas provinsi menjadi bukti tingginya semangat para pendidik untuk meningkatkan kompetensi sekaligus menyamakan standar mutu pembelajaran Al-Qur’an.
Kepala Cabang Tilawati DIY, KH. Ahmad Nur Mutaqin, menyampaikan terima kasih kepada Kankemenag Sleman yang telah memfasilitasi penyelenggaraan diklat. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an.
“Terima kasih kepada Kankemenag Sleman atas dukungan yang diberikan. Kami berharap para guru memiliki standar yang sama dalam pembelajaran Al-Qur’an sehingga masyarakat memperoleh layanan pendidikan Al-Qur’an yang semakin berkualitas,” ujarnya.
Selanjutnya kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meberikan kontribusi positif agar konsep pembelajaran Al Quran semakin berkualitas efektif, dan menyenangkan “Melalui Metode Tilawati, kami ingin menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang mudah, menyenangkan, dan berkualitas. Tilawati juga telah memiliki lisensi LSP yang diakui BNSP sebagai bentuk komitmen menjaga standar kompetensi guru Al-Qur’an,” imbuhnya
Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Plt. Kasi Bimas Islam H. Achmad Fauzi menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru BTQ merupakan bagian penting dalam mendukung Program Sleman Religi, khususnya melalui penguatan literasi Al-Qur’an dan gerakan Gen Z Makmurkan Masjid.
“Generasi Z membutuhkan guru BTQ yang kompeten. Melalui pelatihan ini, kita berharap lahir semakin banyak pendidik Al-Qur’an yang mampu membimbing generasi muda agar semakin dekat dengan Al-Qur’an dan masjid,” ujarnya.
Fauzi menambahkan, hasil survei Kementerian Agama menunjukkan masjid yang dimakmurkan oleh generasi muda di Kabupaten Sleman baru sekitar 22 persen. Karena itu, kolaborasi dalam meningkatkan kualitas guru Al-Qur’an menjadi langkah strategis untuk memperkuat pembinaan keagamaan di masyarakat.
Sementara itu, Plt. Kepala Bidang Penaiszawa Kanwil Kementerian Agama DIY, H. Nurhuda, mengapresiasi konsistensi Tilawati yang telah melahirkan sekitar 6.000 guru bersyahadah Metode Tilawati. Menurutnya, capaian tersebut selaras dengan visi Kementerian Agama dalam meningkatkan mutu pendidikan keagamaan.
“Enam ribu guru bersyahadah merupakan capaian yang patut diapresiasi. Semoga semakin banyak guru Al-Qur’an yang kompeten sehingga mampu menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang berkualitas di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Melalui sinergi ini, Kankemenag Sleman menegaskan komitmennya sebagai support system dalam penguatan literasi Al-Qur’an. Kolaborasi bersama Tilawati DIY diharapkan mampu melahirkan guru-guru BTQ yang profesional sekaligus mempercepat terwujudnya Program Sleman Religi melalui gerakan Gen Z Makmurkan Masjid. (isa)

Joss
ꦗꦺꦴꦱ꧀
Turut senang, kiranya Tuhan Allah senantiasa memberkati amin