Kankemenag Sleman Mantapkan Kesiapan Hadapi Penilaian TPN KemenPANRB melalui Simulasi Pembangunan ZI WBK 2026

Kankemenag Sleman News — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman terus memantapkan kesiapan menjelang Penilaian Tim Penilai Nasional (TPN) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) dalam pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2026. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar simulasi wawancara bagi jajaran pimpinan dan Tim Pembangunan Zona Integritas di Aula Menawan Lantai 3 Kankemenag Sleman, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan diikuti oleh Kepala Kantor, Kepala Subbagian Tata Usaha, kepala seksi dan penyelenggara, serta segenap anggota Tim Pembangunan Zona Integritas Kankemenag Sleman. Simulasi ini bertujuan menyamakan persepsi, memperkuat pemahaman terhadap implementasi enam area perubahan, sekaligus mengasah kemampuan peserta dalam menjawab pertanyaan yang akan disampaikan Tim Penilai Nasional.
Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh pendalaman materi mengenai substansi pembangunan Zona Integritas, strategi penyampaian eviden, serta teknik komunikasi yang efektif saat proses wawancara. Simulasi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang menggambarkan kondisi nyata pada saat penilaian TPN, sehingga setiap peserta dapat memahami peran dan kontribusinya dalam mewujudkan budaya kerja yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pelayanan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa simulasi ini bukan sekadar latihan menghadapi penilaian, melainkan sarana memperkuat komitmen seluruh ASN dalam menginternalisasikan nilai-nilai integritas di lingkungan kerja.
Menurutnya, keberhasilan meraih predikat WBK harus dibangun melalui perubahan budaya organisasi yang diwujudkan dalam pelayanan publik yang profesional, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi.
“Simulasi wawancara ini merupakan bagian dari ikhtiar kita untuk memastikan seluruh jajaran memiliki pemahaman yang sama terhadap implementasi pembangunan Zona Integritas. Yang paling utama bukan sekadar mampu menjawab pertanyaan Tim Penilai Nasional, tetapi mampu membuktikan bahwa budaya integritas, akuntabilitas, dan pelayanan prima benar-benar telah menjadi bagian dari keseharian di Kankemenag Sleman,” Ujarnya.
“Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi merupakan hasil dari kerja kolektif seluruh ASN. Karena itu saya mengajak seluruh jajaran untuk tetap menjaga komitmen, memperkuat sinergi, dan menghadirkan pelayanan yang profesional, transparan, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat. Semoga seluruh ikhtiar yang telah kita lakukan dapat memberikan hasil terbaik pada penilaian TPN KemenPANRB Tahun 2026,” harapnya.
Seluruh peserta juga diharapkan terus menjaga konsistensi pelaksanaan program Zona Integritas, memastikan inovasi pelayanan berjalan optimal, serta mempertahankan semangat kolaborasi sebagai modal utama menghadapi penilaian nasional.
Melalui simulasi ini, Kankemenag Sleman optimistis mampu menunjukkan implementasi reformasi birokrasi yang berkualitas dan berkelanjutan, sekaligus memberikan pelayanan publik yang semakin prima kepada masyarakat. (dpj)

Kiranya Tuhan Allah memberkati sehingga Kemenag Sleman sukses meraih WBK WBBM amin
Terima kasih atas doa dan supportnya