Jumat, Agustus 14, 2026
Berita Madrasah

MAN 2 Sleman Jadi Rujukan Pendidikan Inklusif, Kanwil Kemenag Provinsi Nusa Tenggara Timur Lakukan Studi Tiru

Kankemenag Sleman News– Komitmen MAN 2 Sleman dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif kembali mendapat apresiasi. Pada Rabu (29/7), madrasah ini menerima kunjungan studi tiru dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diikuti oleh perwakilan Kanwil Kemenag Provinsi NTT bersama sejumlah kepala madrasah dari berbagai kabupaten/kota di NTT.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala MAN 2 Sleman, Drs. Wiranto Prasetyahadi, M.Pd., didampingi Kepala Tata Usaha Angga Setyawan W., S.E., M.M. Pertemuan diawali dengan sesi penyambutan dan pemaparan mengenai profil madrasah serta berbagai program unggulan, khususnya implementasi pendidikan inklusif yang telah berjalan di MAN 2 Sleman.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta studi tiru mendapatkan penjelasan mengenai kebijakan madrasah dalam memberikan layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus, sistem pendampingan, strategi pembelajaran yang adaptif, hingga bentuk kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung terwujudnya lingkungan belajar yang inklusif.

Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan dari para peserta yang ingin mengetahui praktik-praktik terbaik yang diterapkan di MAN 2 Sleman. Melalui kegiatan ini, diharapkan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan inklusif di madrasah-madrasah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Perwakilan Kanwil Kemenag Provinsi NTT memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan pendidikan inklusif di MAN 2 Sleman. Menurutnya, madrasah ini telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam memberikan layanan pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik.

“Pelaksanaan pendidikan inklusif di MAN 2 Sleman sangat luar biasa. Banyak hal yang kami pelajari hari ini dan menjadi bekal berharga untuk kami kembangkan di madrasah-madrasah Provinsi NTT,” ungkap perwakilan rombongan.

Menanggapi kunjungan tersebut, Kepala MAN 2 Sleman, Drs. Wiranto Prasetyahadi, M.Pd., menyampaikan bahwa pendidikan inklusif merupakan bagian dari upaya mewujudkan madrasah yang ramah, terbuka, dan mampu melayani keberagaman peserta didik.

“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai bagian dari semangat berbagi praktik baik antar-madrasah. Kami percaya bahwa pengembangan pendidikan inklusif akan semakin optimal apabila dibangun melalui kolaborasi dan saling belajar. Semoga apa yang kami lakukan di MAN 2 Sleman dapat memberikan manfaat dan menjadi inspirasi bagi madrasah lain dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas untuk semua,” ujar Wiranto.

Sebagai tindak lanjut, MAN 2 Sleman dan Kanwil Kemenag Provinsi NTT sepakat untuk terus menjalin komunikasi melalui pertemuan daring. Dengan komunikasi yang berkelanjutan, diharapkan pertukaran informasi, konsultasi, serta penguatan implementasi pendidikan inklusif dapat terus berlangsung sehingga semakin banyak madrasah yang mampu memberikan layanan pendidikan yang inklusif, humanis, dan berkualitas. (tik/dpj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas