Selasa, September 1, 2026
Berita KemenagHeadline

Semangat Yogya Istimewa, Teguhkan Integritas dan Perubahan

Kemenag Sleman News — Nuansa budaya Jawa Yogyakarta mewarnai Apel Pagi ASN Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman. Mengenakan pakaian adat Jawa Yogyakarta, peserta apel meneguhkan komitmen menjaga nilai-nilai luhur budaya sebagai bagian dari budaya kerja dan pelayanan kepada masyarakat. Apel berlangsung di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Senin (31/8/2026).

Momentum tersebut bertepatan dengan peringatan pengesahan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta pada 31 Agustus 2012. Peringatan ini menjadi pengingat perjalanan sejarah dan jati diri Yogyakarta, termasuk berdirinya Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai bagian penting dari identitas dan kebudayaan Yogyakarta.

Berlaku sebagai inspektur apel Ali Afandi Kepala Seksi  Pendidikan Agama Islam (PAI). Dalam amanatnya, ia menyampaikan bahwa keistimewaan Yogyakarta tidak hanya diwujudkan melalui pelestarian budaya, tetapi juga melalui sikap, integritas, kedisiplinan, dan kualitas pelayanan ASN.

“Keistimewaan Yogyakarta bukan hanya tentang budaya dan pakaian adat. Keistimewaan juga harus tercermin dalam sikap, integritas, kedisiplinan, dan cara kita memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ali menegaskan, semangat tersebut sejalan dengan upaya ASN Kemenag Sleman membangun budaya kerja yang terus bergerak menuju perubahan. Kesiapan menghadapi Tim Penilai Nasional (TPN) Kementerian PANRB menjadi salah satu wujud komitmen bersama untuk melakukan perbaikan.

“Perubahan tidak cukup dilakukan oleh satu atau dua orang. Perubahan harus dimulai dari diri sendiri, kemudian tumbuh menjadi perubahan bersama,” ujarnya.

Menurutnya, perubahan tidak semata-mata untuk menghadapi penilaian, tetapi harus menjadi budaya kerja sehari-hari. Integritas, profesionalitas, kedisiplinan, dan pelayanan terbaik harus tumbuh dari kesadaran setiap ASN.

Apel dengan balutan busana adat Jawa Yogyakarta menjadi simbol bahwa pelestarian budaya, penguatan integritas, dan transformasi birokrasi dapat berjalan beriringan. Momentum Keistimewaan DIY diharapkan menjadi pengingat bagi ASN untuk terus menjaga budaya, memperkuat integritas, dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik. (Isa/De)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas