Manasik Haji Ngaglik Perkuat Sleman Religi

Kemenag Sleman News (KUA)–Sebanyak 174 calon jamaah haji Kapanewon Ngaglik mulai mengikuti manasik haji selama empat hari, Sabtu–Selasa (14–17/2/2026), bertempat di aula MTsN 10 Sleman. Kegiatan ini menjadi bagian penting penguatan pembinaan keagamaan yang sejalan dengan program Sleman Religi dari Kemenag Sleman, agar jamaah siap lahir-batin menunaikan ibadah secara mandiri dan tertib.
Dalam sambutan pembukaan, Kepala KUA Ngaglik H. Handoyo, S.Ag. menegaskan bahwa mendapatkan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan merupakan hak jamaah haji sekaligus amanah undang-undang. Karena itu, pemerintah bersama lintas sektor harus bersinergi memastikan seluruh hak jamaah terpenuhi, termasuk bimbingan manasik yang komprehensif. Upaya ini diharapkan membuat jamaah mampu melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan benar dan khusyuk.

Manasik dirancang sebagai pembekalan menyeluruh bagi para dhuyufurrahman—mulai dari pemahaman alur perjalanan hingga praktik ibadah. Materi menekankan pembedaan rukun haji dan wajib haji serta cara mengimplementasikannya di lapangan. Dengan pola pembinaan ini, jamaah ditargetkan semakin mandiri dan pada akhirnya meraih predikat haji mabrur.
Acara pembukaan turut dihadiri unsur Forkopimkap Ngaglik, kepala satuan pendidikan setempat, perwakilan puskesmas, para lurah se-Kapanewon Ngaglik, serta ormas Islam mitra pemerintah. Kehadiran lintas sektor tersebut menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan layanan haji yang tertib, aman, dan berorientasi pada kualitas ibadah—sekaligus memperkuat ekosistem sleman religi di tingkat akar rumput.
