Minggu, Juni 7, 2026
Berita Madrasah

Menjemput Sukses dengan Restu, AMT MTsN 4 Sleman Sarat Motivasi dan Haru

Kemenag Sleman News (MTsN 4 Sleman) – Mengusung tema Restumu Pengantar Prestasiku dan Mutu Madrasah, MTsN 4 Sleman menggelar kegiatan Achievement Motivation Training (AMT) yang diikuti seluruh siswa kelas IX bersama orang tua masing-masing di Masjid Al Madinah, Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama dalam menguatkan mental, spiritual, dan motivasi belajar siswa menjelang ujian akhir serta penentuan langkah pendidikan berikutnya.

Kepala MTsN 4 Sleman, Harsoyo, menegaskan bahwa keberhasilan siswa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh restu orang tua dan kekuatan doa. Harsoyo menyampaikan bahwa madrasah terus berkomitmen membangun mutu melalui sinergi tiga pilar utama: siswa, orang tua, dan guru. “Kami ingin anak-anak tidak hanya lulus dengan nilai terbaik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan adab yang baik. Restu orang tua adalah energi terbesar untuk melesatkan prestasi,” tegasnya.

Hadir sebagai motivator, Nur Wahyudin Al Aziz mengajak siswa mengenali potensi sekaligus tantangan generasi mereka. Nur Wahyudin Al Aziz memaparkan ciri generasi Gen Z, mulai dari kapasitas kecerdasan otak yang luar biasa hingga satu juta petabyte, sebagai generasi digital yang akrab dengan media sosial, cenderung berpikir instan, individualis, serta sering menempatkan uang dan kedudukan di posisi tertinggi. “Kalian adalah generasi dengan potensi luar biasa. Namun potensi itu hanya akan bermakna jika diarahkan dengan tujuan yang jelas dan perjuangan yang konsisten,” ujarnya di hadapan peserta.

Lebih lanjut, Nur Wahyudin Al Aziz menguraikan tujuh penyebab kegagalan yang kerap menghambat langkah menuju sukses, yakni tujuan yang tidak jelas, menganggap tujuan mustahil, tidak merasa harus berjuang, tidak fokus, pembenaran kesalahan dengan alasan, kebiasaan menyalahkan, serta tidak mengetahui jalur menuju keberhasilan. Nur Wahyudin Al Aziz menekankan bahwa kesuksesan bukan tentang siapa yang paling pintar, melainkan siapa yang paling gigih dan disiplin dalam memperbaiki diri.

Penyampaian yang komunikatif, penuh energi, serta interaksi yang dekat dengan siswa membuat suasana AMT berlangsung antusias dan penuh perhatian. Siswa diajak berdialog, merenung, bahkan tertawa bersama, sehingga materi yang disampaikan terasa membumi dan mudah dipahami. Momen-momen refleksi yang dihadirkan mampu menggugah kesadaran siswa tentang pentingnya menghargai perjuangan orang tua.

Di penghujung acara, suasana haru menyelimuti masjid ketika seluruh siswa mendatangi orang tua masing-masing. Mereka memeluk, meminta maaf, dan memohon doa restu dengan tulus. Tangis haru pecah di antara pelukan hangat, menjadi simbol komitmen baru untuk belajar lebih sungguh-sungguh demi membanggakan keluarga dan madrasah.

Salah satu siswa kelas IX, Aisyera Khansa Nurdonita, mengaku sangat tersentuh dengan kegiatan tersebut. Aisyera menyampaikan bahwa AMT membuka pikirannya tentang arti perjuangan dan tanggung jawab sebagai anak. “Saya jadi sadar bahwa kesuksesan saya bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk membahagiakan orang tua dan menjaga nama baik madrasah. Saya ingin membuktikan bahwa dengan restu mereka, saya bisa meraih prestasi terbaik,” ungkapnya penuh keyakinan. (epr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas