Ujian Praktik Kelas IX MTsN 4 Sleman Berjalan Lancar

Kemenag Sleman News (MTsN 4 Sleman) – Ujian praktik kelas IX di MTsN 4 Sleman berlangsung lancar dan tertib. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis (9-12/2/2026), dengan melibatkan seluruh siswa kelas IX. Ujian praktik menjadi bagian penting dalam rangkaian evaluasi akhir sebelum siswa menyelesaikan pendidikan di jenjang madrasah tsanawiyah.
Beragam mata pelajaran diujikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Bahasa Inggris, Al-Qur’an Hadits, Bahasa Arab, IPA, Bahasa Indonesia, Fikih, PJOK, Bahasa Jawa, dan SBK. Setiap mata pelajaran dirancang untuk mengukur kompetensi siswa secara langsung melalui praktik, unjuk kerja, maupun presentasi. Kemampuan siswa tidak hanya dinilai dari aspek teori, tetapi juga keterampilan nyata yang mereka miliki.
Pelaksanaan ujian praktik dilakukan di beberapa lokasi sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. Ruang kelas digunakan untuk ujian bahasa dan presentasi, serambi masjid menjadi tempat praktik Fikih, lapangan dimanfaatkan untuk ujian PJOK, sementara laboratorium IPA digunakan untuk menguji kemampuan sains siswa. Pengaturan tempat yang variatif ini membuat pelaksanaan ujian terasa lebih dinamis dan kondusif.

Pada mata pelajaran bahasa, siswa diuji kemampuan literasi dan komunikasinya melalui membaca, menulis, serta percakapan. Mata pelajaran Fikih menguji praktik salat jenazah secara berkelompok, sehingga siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya dengan benar. Sementara itu, PJOK menguji kemampuan fisik dan ketahanan siswa melalui serangkaian aktivitas olahraga yang terukur.
Kepala MTsN 4 Sleman, Harsoyo, menyampaikan apresiasi atas kelancaran pelaksanaan ujian praktik tahun ini. Harsoyo menegaskan bahwa ujian praktik merupakan sarana penting untuk mengukur kompetensi utuh siswa. “Kami melaksanakan ujian praktik ini untuk memastikan siswa benar-benar menguasai keterampilan yang dibutuhkan, baik dalam aspek akademik, keagamaan, maupun karakter. Alhamdulillah, seluruh rangkaian berjalan lancar dan tertib,” tegasnya.
Untuk mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK), siswa menunjukkan kreativitas melalui penampilan karya dan praktik seni sesuai bidang yang dipelajari. Guru penguji SBK, Rifki Nurani Indra Pratiwi, menyampaikan bahwa para siswa tampil percaya diri dan mampu mengekspresikan ide-ide kreatif mereka dengan baik. “Saya melihat siswa-siswa sangat siap. Mereka tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga mampu menjelaskan proses kreatifnya dengan runtut,” ujarnya.
Salah satu siswa kelas IX, Afifah Amini, mengaku senang dan tertantang mengikuti ujian praktik. Afifah merasa pengalaman ini membuatnya lebih percaya diri. “Saya jadi lebih siap karena bisa mempraktikkan langsung apa yang sudah dipelajari. Walaupun sempat tegang, akhirnya bisa menjalani dengan lancar,” ungkapnya. (epr)
