Sapa Spontan KUA Ngaglik, Kakankemenag Sleman Ajak Penguatan Kinerja dan Dukungan Menuju WBK

Kankemenag Sleman News β Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., melakukan kunjungan silaturahmi dan sapa spontan ke KUA Ngaglik, Kamis (18/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya sebagai bagian dari upaya mempererat komunikasi, melihat langsung pelaksanaan tugas, serta memberikan penguatan kepada jajaran pegawai KUA.
Dalam suasana penuh keakraban, Nadhif menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai bentuk silaturahmi sekaligus pembinaan yang menjadi tanggung jawabnya sebagai atasan langsung bagi jajaran KUA.
βSilaturahmi ini saya lakukan secara spontan. Saya berdoa semoga melalui silaturahmi ini hubungan kita semakin erat, rezeki kita ditambah oleh Allah SWT, dan diberikan umur yang penuh keberkahan. Karena saya yakin silaturahmi membawa banyak kebaikan,β ujarnya.
Lebih lanjut Nadhif juga menyampaikan perkembangan Kankemenag Sleman dalam meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Menurutnya, berbagai tahapan telah dilalui dan saat ini tinggal menunggu proses penilaian dari Tim Penilai Nasional.
βKankemenag Sleman saat ini sedang berjuang meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Prosesnya sudah panjang dan saat ini tinggal menunggu penilaian dari Tim Penilai Nasional. Dukungan terbaik dari seluruh jajaran adalah dengan melaksanakan tugas dan fungsi secara profesional, disiplin, dan penuh integritas,β tegasnya.
Nadhif menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan Zona Integritas tidak hanya ditentukan oleh Kankemenag semata, tetapi juga oleh satuan kerja di bawahnya, termasuk KUA. Karena itu, seluruh pegawai diharapkan memahami program-program unggulan yang menjadi bagian dari reformasi birokrasi Kementerian Agama.
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah program Calon Pengantin Peduli Lingkungan (CAPING). Ia menegaskan bahwa orientasi utama program tersebut bukan sekadar mengumpulkan atau membagikan bibit pohon, melainkan membangun kesadaran ekologis kepada calon pengantin melalui pendekatan edukatif dan nilai-nilai ekoteologi.
βYang paling penting adalah membangun kesadaran merawat lingkungan. Penanaman pohon merupakan tindak lanjut dari kesadaran yang sudah ditanamkan melalui edukasi. Jadi orientasinya bukan sekadar mengumpulkan bibit, tetapi bagaimana calon pengantin memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan mewujudkannya dalam tindakan nyata,β jelasnya.

Selain itu, Nadhif juga mengingatkan pentingnya penguatan budaya antigratifikasi dalam pelayanan publik. Ia mendorong seluruh jajaran KUA untuk terus mengedukasi masyarakat agar tidak memberikan hadiah atau imbalan dalam bentuk apa pun kepada petugas layanan.
βIntegritas harus menjadi budaya kerja kita. Masyarakat juga perlu diedukasi bahwa pelayanan di Kementerian Agama tidak dipungut biaya di luar ketentuan yang berlaku. Pencegahan gratifikasi harus dilakukan sejak awal agar pelayanan publik semakin bersih, transparan, dan terpercaya,β tandasnya.
Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Melalui sapa spontan tersebut, diharapkan semangat pelayanan, integritas, dan komitmen seluruh jajaran KUA Ngaglik semakin kuat dalam mendukung terwujudnya reformasi birokrasi dan pelayanan publik yang berkualitas di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sleman. (dpj)

Sapa Spontan luar biasa.. memberikan arahan dari pimpinan untuk bersama wujudkan reformasi birokrasi dan kualitas pelayanan. Semoga sukses dan salam sukses tanpa batas …
Terima kasih atas dukungan dan partisipasinya….