Rabu, Agustus 12, 2026
Berita KUAHeadline

KUA Ngaglik Hijaukan Lingkungan, Wujudkan Ekoteologi Berbasis Majelis Taklim

Kemenag Sleman News (Humas) — Komitmen membangun kesadaran lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan terus diperkuat oleh KUA Ngaglik. Melalui kegiatan Ekoteologi yang digelar di lingkungan KUA Ngaglik, Kamis (19/6/26), KUA Ngaglik menggerakkan berbagai majelis taklim untuk bersama-sama menanamkan kepedulian terhadap kelestarian alam sebagai bagian dari implementasi ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini melibatkan sejumlah kelompok binaan KUA Ngaglik, di antaranya Majelis Senam Ceria Jumat Pagi KUA Ngaglik, Majelis Taklim As Sakinah KUA Ngaglik, dan Majelis Taklim Syifaul Qolbi KUA Ngaglik. Program tersebut dikoordinasikan oleh Masropin, S.Ag., M.S.I. dan Agus M. Ali, S.Ag., M.S.I., serta didukung oleh seluruh penyuluh agama di lingkungan KUA Ngaglik.

Kegiatan ekoteologi menjadi salah satu bentuk nyata peran KUA sebagai garda terdepan Kementerian Agama dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Tidak hanya berfokus pada layanan keagamaan dan pembinaan keluarga, KUA juga hadir sebagai pusat edukasi sosial keagamaan yang mendorong terwujudnya harmoni antara manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual.

Melalui kegiatan penghijauan ini, peserta diajak untuk memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan. Nilai-nilai keimanan diwujudkan dalam tindakan konkret melalui perawatan tanaman, penataan lingkungan yang asri, serta pembiasaan hidup ramah lingkungan di lingkungan kerja maupun masyarakat.

Kepala KUA Ngaglik, H. Handoyo, S.Ag., menyampaikan bahwa gerakan ekoteologi merupakan implementasi ajaran agama yang menempatkan manusia sebagai khalifah di bumi yang berkewajiban menjaga dan merawat alam.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi juga bagian dari ibadah. Semoga semangat peduli lingkungan dapat terus tumbuh dan menjadi budaya di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan majelis taklim dalam program ekoteologi menjadi langkah strategis untuk memperluas edukasi lingkungan kepada masyarakat. Majelis taklim tidak hanya menjadi wadah penguatan keagamaan, tetapi juga sarana membangun kepedulian sosial dan ekologis yang berdampak luas.

Sementara itu, para pembina kegiatan berharap program ini dapat meningkatkan nilai kepedulian terhadap lingkungan dan alam sekitar, sekaligus menguatkan peran KUA sebagai pusat layanan keagamaan yang responsif terhadap isu-isu kemasyarakatan dan lingkungan. Dengan kolaborasi antara penyuluh agama, majelis taklim, dan masyarakat, gerakan ekoteologi diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud dukungan KUA Ngaglik terhadap penguatan program Ekoteologi Kementerian Agama, yang menempatkan pelestarian lingkungan sebagai bagian penting dari pembangunan kehidupan beragama yang berdampak bagi masyarakat dan alam semesta. (Aji)

One thought on “KUA Ngaglik Hijaukan Lingkungan, Wujudkan Ekoteologi Berbasis Majelis Taklim

  • Agus Ali

    Lestari alamku lestari desaku…
    KUA Ngaglik Hijau..
    peduli lingkungan…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas