Kamis, Juli 23, 2026
Berita Madrasah

MATAMUDA MTsN 5 Sleman Gandeng Polsek, Puskesmas, dan SPAB DIY, Bekali Murid Baru Hadapi Dunia Nyata

Kankemenag Sleman News (MTsN 5 Slm) – Masa Taaruf Murid Baru (MATAMUDA) MTsN 5 Sleman memasuki hari kedua dengan suasana yang semakin semarak, edukatif, dan penuh pengalaman bermakna. Berlangsung pada Selasa (14/07/2026), rangkaian kegiatan tidak hanya berisi pengenalan lingkungan madrasah, tetapi juga menghadirkan berbagai instansi sebagai narasumber untuk membekali peserta didik baru menghadapi tantangan kehidupan remaja di era modern.

Mengusung konsep pembelajaran yang aplikatif, MTsN 5 Sleman menghadirkan Polsek Godean, Puskesmas Godean 1, Sekretariat Bersama Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Bank BPD Syariah DIY sebagai mitra edukasi. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi wujud komitmen madrasah dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental, sosial, dan spiritual.

Setelah apel pembukaan MATAMUDA hari kedua, kegiatan diawali dengan materi Penanggulangan Kenakalan Remaja yang disampaikan oleh jajaran Polsek Godean. Dalam penyampaiannya, para pemateri mengajak seluruh peserta didik memahami pentingnya menjaga pergaulan sejak dini sebagai bekal membangun karakter pelajar yang disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.

Berbagai fenomena kenakalan remaja yang saat ini banyak terjadi di lingkungan masyarakat turut menjadi pembahasan, mulai dari pergaulan bebas, penyalahgunaan media sosial, hingga perilaku yang berpotensi melanggar hukum. Para siswa juga diajak mengenali karakter positif yang harus dimiliki seorang pelajar, seperti disiplin, jujur, bertanggung jawab, menghormati guru dan orang tua, serta mampu memilih lingkungan pertemanan yang sehat.

Salah satu pesan yang mendapat perhatian khusus adalah imbauan agar para pelajar tidak berkeliaran pada malam hari tanpa keperluan yang jelas.

“Jangan membiasakan keluar malam, terlebih setelah pukul 21.00 WIB. Selain membahayakan keselamatan diri, kalian juga berpotensi terjebak dalam pergaulan yang tidak sehat maupun aksi kejahatan jalanan yang masih menjadi perhatian di Yogyakarta,” terang pemateri dari Polsek Godean.

Selain memberikan peringatan, Polsek Godean juga mengajak para peserta mengisi waktu luang dengan kegiatan yang lebih produktif, seperti aktif dalam organisasi sekolah, kegiatan keagamaan, olahraga, pramuka, membaca, maupun mengembangkan bakat dan minat melalui berbagai ekstrakurikuler yang tersedia di madrasah.

Materi berikutnya disampaikan oleh Puskesmas Godean 1 dengan tema Penguatan Mental Pelajar dan Pencegahan Bullying. Dalam sesi ini, para peserta dikenalkan pentingnya membangun kesehatan mental sejak usia remaja sebagai bekal menghadapi berbagai dinamika kehidupan.

Pemateri menjelaskan bahwa bullying tidak selalu berbentuk kekerasan fisik. Ejekan, penghinaan, pengucilan, intimidasi verbal, hingga penyebaran komentar negatif melalui media sosial termasuk dalam tindakan perundungan yang dapat meninggalkan dampak psikologis berkepanjangan bagi korban.

Puskesmas Godean 1 juga mengajak para siswa menjadi generasi yang saling menghargai, saling mendukung, dan berani melaporkan apabila menemukan praktik bullying di lingkungan sekolah maupun dunia digital.

“Media sosial harus menjadi sarana berbagi hal-hal positif, bukan tempat menyebarkan kebencian atau mempermalukan orang lain. Jadilah pengguna media sosial yang bijak dan bertanggung jawab,” pesan narasumber kepada seluruh peserta.

Materi ketiga menghadirkan Sekretariat Bersama Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada sesi ini, peserta memperoleh pembekalan mengenai mitigasi bencana, langkah penyelamatan diri, serta pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

Tidak hanya berupa teori, SPAB DIY juga mengajak seluruh peserta mengikuti simulasi evakuasi bencana gempa bumi. Saat sirene simulasi dibunyikan, para siswa langsung mempraktikkan prosedur penyelamatan diri, mulai dari berlindung di bawah meja, melindungi kepala, hingga melakukan evakuasi menuju titik kumpul secara tertib sesuai jalur yang telah ditentukan.

Simulasi tersebut berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Para peserta tampak serius mengikuti setiap arahan karena menyadari bahwa pengetahuan mengenai kebencanaan merupakan keterampilan hidup yang sangat penting dimiliki oleh setiap pelajar, khususnya di wilayah yang memiliki potensi bencana seperti Daerah Istimewa Yogyakarta.

Simulasi BPAD DIY tentang perlindungan murid ketika terjadi gempa bumi

Menjelang berakhirnya kegiatan, Bank BPD Syariah DIY memberikan edukasi mengenai pentingnya menabung sejak usia dini. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami manfaat mengelola uang secara bijak, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan hidup hemat sebagai bekal kemandirian di masa depan.

Suasana MATAMUDA hari kedua semakin hangat ketika seluruh peserta mengikuti tradisi bertukar kado silang. Setiap siswa membawa makanan ringan senilai sekitar Rp5.000 untuk kemudian dipertukarkan dengan teman lainnya. Setelah bertukar, mereka menikmati makanan tersebut bersama-sama dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan. Kegiatan sederhana ini menjadi sarana membangun persahabatan, mempererat hubungan antarpeserta didik baru, sekaligus menanamkan nilai berbagi sejak hari-hari pertama mereka menjadi keluarga besar MTsN 5 Sleman.

Rangkaian kegiatan yang variatif tersebut menunjukkan bahwa MATAMUDA di MTsN 5 Sleman bukan sekadar agenda penyambutan murid baru, melainkan proses pembentukan karakter yang dirancang secara menyeluruh. Melalui kolaborasi dengan berbagai instansi, peserta didik dibekali pengetahuan, keterampilan hidup, serta nilai-nilai positif yang akan menjadi bekal dalam menjalani proses belajar di madrasah.

Dengan mengusung semangat madrasah yang religius, ramah anak, dan berwawasan masa depan, MTsN 5 Sleman berharap seluruh peserta MATAMUDA dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, peduli terhadap sesama, tangguh menghadapi tantangan zaman, serta mampu menjadi pelajar yang membanggakan keluarga, madrasah, bangsa, dan agama. (ans/dpj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

β™Ώ Aksesibilitas