Tingkatkan Pemahaman, MTsN 5 Sleman Adakan Educational Outing Class MATAMUDA

Kankemenag Sleman News (MTsN 5 Slm)- Masa Taaruf Murid Baru (MATAMUDA) MTsN 5 Sleman Tahun Pelajaran 2026/2027 memasuki hari ketiga dengan konsep pembelajaran yang berbeda. Mengusung tema Educational Outing Class: Bakti Sosial dan Kunjungan Edukatif, seluruh peserta didik baru diajak belajar langsung di luar kelas melalui pengalaman nyata yang menggabungkan penguatan literasi, pendidikan karakter, kepedulian sosial, serta nasionalisme.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (15/7/2026) pagi ini dirancang agar peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mengalami sendiri proses belajar di lingkungan nyata. Melalui pendekatan experiential learning, siswa diajak memahami bahwa belajar dapat dilakukan di mana saja dan dari siapa saja.
Destinasi pertama adalah Perpustakaan Daerah Kabupaten Sleman. Di tempat ini para murid memperoleh pengenalan mengenai fungsi perpustakaan sebagai pusat belajar sepanjang hayat. Petugas Perpusda memperkenalkan berbagai layanan perpustakaan, tata cara menjadi anggota, etika memanfaatkan fasilitas publik, hingga beragam koleksi bacaan yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.
Tidak hanya itu, para peserta juga mendapatkan penguatan budaya literasi melalui pemutaran film edukatif tentang pentingnya membaca. Film tersebut mengajak peserta didik memahami bahwa kebiasaan membaca merupakan salah satu kunci keberhasilan seseorang dalam menambah wawasan, membangun cara berpikir kritis, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Suasana pembelajaran berlangsung hidup. Para murid tampak antusias menjelajahi ruang-ruang perpustakaan, mengenal koleksi buku, serta berdiskusi mengenai pentingnya menjadikan perpustakaan sebagai sahabat belajar.
Usai mengikuti kegiatan literasi, rombongan melanjutkan perjalanan untuk melaksanakan bakti sosial ke dua panti asuhan di sekitar wilayah madrasah, yakni Panti Asuhan Bina Insani dan Yayasan Daarut Taqwa Ihsaniyya.
Bantuan yang disalurkan berupa berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, mi instan, gula, dan bahan pangan lainnya. Seluruh bantuan tersebut merupakan hasil kepedulian peserta didik baru yang sebelumnya mengumpulkan sembako selama pelaksanaan MATAMUDA.
Kegiatan bakti sosial ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi media pendidikan karakter bagi peserta didik. Mereka belajar tentang pentingnya berbagi, menumbuhkan empati, menghargai nikmat yang dimiliki, serta menyadari bahwa masih banyak saudara sebaya yang membutuhkan perhatian dan kepedulian.
Di kedua panti asuhan tersebut, para siswa juga berinteraksi dengan anak-anak penghuni panti, berbincang, memberikan semangat, serta menyerahkan bantuan secara simbolis. Momen tersebut menghadirkan suasana hangat yang mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak selalu diukur dari apa yang dimiliki, melainkan dari kemampuan untuk berbagi kepada sesama.
Kegiatan kemudian dilanjutkan menuju Museum Memorial Jenderal Besar H.M. Soeharto. Di museum ini peserta didik diajak menelusuri perjalanan sejarah bangsa melalui berbagai koleksi foto, dokumen, diorama, benda-benda bersejarah, hingga kisah perjuangan Jenderal Besar H.M. Soeharto sejak masa kecil, perjuangan kemerdekaan, hingga kiprahnya sebagai Presiden Republik Indonesia.
Selama berada di museum, para murid memperoleh penjelasan mengenai pentingnya menghargai jasa para pahlawan, memahami perjalanan sejarah Indonesia, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air. Melalui kunjungan tersebut, peserta didik diharapkan mampu mengambil nilai-nilai keteladanan berupa kerja keras, disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, serta semangat mengabdi kepada bangsa.
Suasana belajar di museum berlangsung interaktif dan menyenangkan. Banyak peserta didik aktif bertanya kepada pemandu museum mengenai berbagai peristiwa sejarah yang sebelumnya hanya mereka baca di buku pelajaran.
Konsep Educational Outing Class yang diusung MTsN 5 Sleman menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran kontekstual. Peserta didik tidak hanya mendengar penjelasan guru di dalam kelas, tetapi juga mengalami langsung proses belajar melalui observasi, interaksi sosial, dan refleksi terhadap lingkungan sekitar.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang utuh. Mereka belajar membangun budaya literasi di perpustakaan, menumbuhkan kepedulian sosial melalui bakti sosial, serta memperkuat wawasan kebangsaan melalui kunjungan ke museum sejarah.
Kegiatan hari ketiga MATAMUDA ini pun mendapat sambutan yang sangat positif dari para peserta. Banyak siswa mengaku senang karena dapat belajar dengan cara yang berbeda, lebih menyenangkan, sekaligus memberikan pengalaman yang sulit dilupakan.
Melalui Educational Outing Class ini, MTsN 5 Sleman kembali menunjukkan komitmennya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga membentuk karakter, memperkuat kepedulian sosial, meningkatkan budaya literasi, serta menanamkan semangat cinta tanah air sejak hari pertama peserta didik menjadi bagian dari keluarga besar MTsN 5 Sleman. (ans/dpj)
