Kankemenag Sleman News (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman terus melakukan monitoring Program Tulis Baca Al-Qur’an (TBQ) sebagai bagian dari implementasi dan penguatan program Sleman Religi di lingkungan sekolah. Program ini diarahkan tidak hanya sebagai gerakan, tetapi juga diwujudkan melalui pembiasaan dan pembinaan kemampuan membaca Al-Qur’an sejak jenjang sekolah dasar.
Pengawas Pendidikan Agama Islam Kankemenag Sleman, Ibnu Karyadi, S.Ag., M.S.I., menyampaikan bahwa asesmen TBQ akan dilaksanakan secara maraton di setiap kapanewon dengan sasaran sekitar 100 siswa SD Negeri. Dari hasil asesmen tersebut akan dipilih 600 siswa dengan nilai terbaik tanpa mempertimbangkan asal kapanewon.
“Asesmen TBQ akan dilakukan secara maraton di setiap kapanewon dengan sasaran sekitar 100 siswa SD Negeri. Dari hasil asesmen tersebut akan dipilih 600 siswa dengan nilai terbaik tanpa melihat asal kapanewon,” ujar Ibnu.
Ia menambahkan, hasil asesmen juga akan menjadi bahan pemetaan untuk mengetahui sebaran kemampuan siswa serta kebutuhan pembinaan di masing-masing kapanewon.
Sementara itu, Kepala KUA Minggir, Gandung Mujiburrahman, S.Ag., M.A., mengatakan sekolah yang belum menandatangani MoU tetap dapat memperoleh pembinaan TBQ. Bahkan, sejumlah SD dan TK telah mengajukan kerja sama pembinaan sebelum program berjalan.
“Seluruh guru GPAI negeri dan swasta juga mengikuti tahsin di KUA setiap Selasa siang hingga Ashar atas petunjuk Pengawas Pendidikan Agama Islam, Ibu Dra. Hanik Rosyada, M.A.” jelas Gandung.
Menurutnya, pembinaan perlu disesuaikan dengan kemampuan siswa. Sebagian peserta didik membutuhkan pembelajaran dasar sejak kelas 1 hingga 3, sehingga pola pembinaan dapat disesuaikan seperti di TPA.
Di SDN Sendangharjo, pembiasaan membaca Al-Qur’an dilakukan setiap Selasa dan Kamis sebelum pembelajaran. Sementara SDN Balangan melaksanakan TBQ setiap Rabu dengan dukungan penyuluh agama dan pemanfaatan satu JPL pembelajaran untuk TBQ.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.