Kemenag Sleman News— Besar kecilnya sebuah madrasah bukan hanya tentang jumlah peserta didik, tetapi tentang seberapa kuat ikhtiar untuk terus tumbuh dan memberikan layanan pendidikan terbaik. Semangat itulah yang terus dijaga MI NU Prambanan, di tengah upaya mengembangkan madrasah dan meningkatkan kualitas pembelajaran, Rabu (30/9/2026).
Kepala MI NU Prambanan, Roikhul Jannah, menyampaikan sejumlah kondisi dan kebutuhan madrasah dalam pertemuan tersebut. Saat ini MI NU Prambanan memiliki 75 siswa dan sembilan guru. Dari jumlah tersebut, tujuh guru masih belum mengikuti PPG/sertifikasi sehingga belum memperoleh TPG.
Semangat untuk terus tumbuh menjadi energi bagi MI NU Prambanan dalam mengembangkan madrasah. Berada di bawah bimbingan LP Ma’arif NU, madrasah terus menguatkan berbagai aspek, termasuk pengembangan sarana prasarana sebagai bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang semakin nyaman dan berkualitas.
Menanggapi kondisi tersebut, Kakankemenag Sleman menegaskan bahwa jumlah siswa yang belum besar tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berkembang. Madrasah tetap perlu mendapatkan dukungan dan terus didorong agar mampu memberikan layanan pendidikan yang semakin baik.
Menurutnya, salah satu kekuatan yang dapat dikembangkan MI NU Prambanan adalah program tahfidz Al-Qur’an. Program tersebut diharapkan menjadi ciri sekaligus nilai tambah madrasah, melengkapi pembelajaran mata pelajaran formal.
“Walaupun siswanya masih minim, tetap kita support untuk pengembangan madrasah. Salah satunya melalui program tahfidz, sehingga selain mendapatkan pembelajaran formal, anak-anak juga memiliki bekal Al-Qur’an,” pesannya.
Ia juga mendorong madrasah untuk memaksimalkan proses pembelajaran dan membangun budaya belajar yang kuat. Ukuran keberhasilan madrasah, lanjutnya, tidak semata-mata dilihat dari jumlah siswa, tetapi juga dari kualitas proses dan mutu lulusan yang dihasilkan.
“Yang kita bangun adalah komitmen untuk menghasilkan lulusan yang bermutu dan berkualitas. Jangan sampai jumlah siswa sedikit kemudian kualitasnya juga ikut sedikit,” tegasnya.
Untuk mendukung program tahfidz, Kakankemenag juga mengimbau madrasah membangun komitmen bersama dengan para wali murid. Dukungan orang tua dinilai penting agar program yang dirancang madrasah tidak berhenti di ruang kelas, tetapi juga berlanjut di lingkungan keluarga.
Kunjungan Sapa Spontan tersebut menjadi ruang untuk melihat langsung kondisi madrasah sekaligus menyatukan langkah. Dengan dukungan berbagai pihak, MI NU Prambanan diharapkan terus bertumbuh, memperkuat kualitas pembelajaran, dan melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga dekat dengan Al-Qur’an. (isa/de)
Jozz
Balas komentar
Berbahagialah Orang Tua Wali Murid MI NU Prambanan...Karena Sejak Kecil Anak2 Panjenengan Sudah dikenalkan dan di Ajari Bagaimana cara Mendoakan Orang Tuanya baik semasa hidup nya orang sampai sepeninggal orang Tua.... Adalah Wali Murid yg cerdas yg mau memasukkan anaknya ke MI NU Prambanan....Salam Buat semua Pejuang di MWC NU Prambanan terutama guru2 di MI NU Prambanan....
Balas komentar
Semoga jadi anak yg sholeh dan sholehah, semua, dan semoga MI NU Prambanan semakin jaya
Balas komentar