Kankemenag Sleman News (MTs N 4 Slm) — Komite MTsN 4 Sleman bersama orangtua murid kelas 7, 8, dan 9 melaksanakan pertemuan untuk membahas program kegiatan murid selama satu tahun ke depan pada tahun ajaran 2026/2027. Kegiatan berlangsung di Masjid Al Madina MTsN 4 Sleman, Selasa (6/10/2026), dengan pembagian waktu kelas 7 pukul 07.30–08.30, kelas 8 pukul 09.00–10.00, dan kelas 9 pukul 10.30–11.30. Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala MTsN 4 Sleman, Jazim Kholis, S.Ag., M.Pd., yang menyampaikan pentingnya peran orangtua dalam mendukung pendidikan murid.

Ketua Komite MTsN 4 Sleman, Drs. H. Muslih, S.H., M.H. memaparkan program kegiatan madrasah
“Peran wali murid sangat penting untuk memberikan motivasi belajar di rumah dan membangun sinergi yang baik dengan madrasah. Harapannya, murid MTsN 4 Sleman tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter,” ujar Jazim Kholis.

Lebih lanjut, Jazim menyampaikan pesan tersebut dalam sambutannya sekaligus memperkenalkan diri kepada orangtua murid. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara orangtua dan madrasah dalam mendukung perkembangan belajar serta pembentukan karakter murid. Sinergi tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan yang baik bagi proses pendidikan murid di madrasah maupun di rumah.

Sementara itu, musyawarah dipimpin oleh Ketua Komite MTsN 4 Sleman, Drs. H. Muslih, S.H., M.H. Dalam pemaparan program kegiatan madrasah, Muslih menjelaskan sejumlah anggaran yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan diri murid melalui berbagai kegiatan. Kebutuhan tersebut mencakup kegiatan intrakurikuler hingga ekstrakurikuler yang tidak dibiayai oleh negara.

“Orangtua murid kelas 7, 8, dan 9 diharapkan dapat bersama-sama memberikan sumbangan terbaiknya demi kemajuan pendidikan di MTsN 4 Sleman serta mendukung kegiatan murid-murid,” ungkap  Muslih.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari pembahasan program kegiatan madrasah untuk tahun ajaran 2026/2027. Melalui pertemuan antara komite dan orangtua murid, program kegiatan dapat disampaikan sekaligus dibahas bersama sesuai kebutuhan pengembangan pendidikan murid. Kegiatan berlangsung dalam tiga sesi berdasarkan jenjang kelas, sehingga pembahasan dapat dilaksanakan secara terjadwal. (fdb/dpj)